Peluang Jadi PNS Kecil, JK Sarankan Kaum Muda Jadi Wirausahawan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) melantik 1.994 orang calon Muda Praja menjadi Muda Praja IPDN, di Lapangan Parade  Abdi Praja, Jatinangor, Sumedang, Jumat, 2 Nopember 2018. (dok Pemprov Jabar)

    Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) melantik 1.994 orang calon Muda Praja menjadi Muda Praja IPDN, di Lapangan Parade Abdi Praja, Jatinangor, Sumedang, Jumat, 2 Nopember 2018. (dok Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK berharap tak semua generasi muda Indonesia ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebagian dari mereka, menurut dia, harus memilih jalan lain, misalnya, menjadi pengusaha.

    Baca: JK Ingin Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok Selesai Maret 2019

    JK mengatakan, pendaftar seleksi calon PNS setiap kali dibuka begitu banyak. Padahal hanya 3 hingga 4 persen saja dari total pendaftar yang bisa diterima. Untuk itu pemuda yang lain perlu fokus pada cita-cita yang lain.

    “Bukannya tidak boleh jadi PNS, tetapi kemungkinannya kecil jadi harus punya pilihan lain yang bisa lebih baik,” kata dia saat memberikan kuliah umum di Universitas Pembangunan Nasional Veteran di Sleman, Yogyakarta, Ahad, 4 November 2018.

    JK mengusulkan pilihan menjadi pengusaha sebagai alternatif. Menurut dia, peran pengusaha dalam mengembangkan perekonomian juga akan berdampak kepada negara. Dia bahkan menyebutnya sebagai salah satu jenis upaya bela negara.

    Baca:JK Sebut Akar Konflik Adalah Ketidakadilan Pelbagai Sektor

    Dia menuturkan, Indonesia telah menghadapi 15 konflik besar. Sepuluh di antaranya terjadi lantaran adanya rasa ketidakadilan, baik politik, ekonomi, maupun sosial dalam masyarakat. JK mengatakan membangun perekonomian yang baik adalah cara membuat masyarakat merasa adil dan makmur sehingga konflik tak akan lagi terjadi.

    JK menyemangati para mahasiswa untuk memilih jalan menjadi pengusaha. Dia mendorong universitas untuk mendidik dan melatih mahasiswanya berwirausaha.

    Selain itu, jaman sudah berubah. JK mengatakan menjadi wirausahawan tak lagi susah. “Kalau dulu yang jadi pengusaha karena orang tuanya pengusaha, kalau sekarang siapapun bisa jadi pengusaha. Tanpa harus punya tempat usaha, karena dukungan dari teknologi,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe