Jumat, 14 Desember 2018

KNKT Berkomitmen Kerja Cepat Investigasi Lion Air JT-610

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memindahkan turbin pesawat Lion Air JT 610 di Posko Tanjung Priok, Jakarta, Ahad, 4 November 2018. Tim SAR gabungan menyerahkan turbin kepada KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. TEMPO/Amston Probel

    Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memindahkan turbin pesawat Lion Air JT 610 di Posko Tanjung Priok, Jakarta, Ahad, 4 November 2018. Tim SAR gabungan menyerahkan turbin kepada KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berkomitmen bekerja cepat menginvestigasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 berjenis Boeing 737 Max8.

    Baca: Sinyal Ping CVR Lion Air JT 610 Kembali Menghilang

    Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan penerbangan sipil sudah semakin aman. Pada 2017, meski ada kecelakaan, namun tak ada korban jiwa. "Kejadian ini (jatuhnya Lion Air) begitu mencengangkan karena menelan korban begitu banyak," ujarnya di Kantor KNKT, Jakarta, Ahad, 4 November 2018.

    Nurcahyo menuturkan dunia sedang menunggu hasil investigasi. Mereka ingin mencari penyebab kecelakaan dan upaya pencegahan agar peristiwa serupa tak terulang.

    Untuk itu KNKT akan berusaha bekerja cepat. Berdasarkan undang-undang, KNKT diberikan waktu selama 12 bulan. Namun waktu investigasi bisa diperpanjang hingga selesai. "Harapan kami menyelesaikan segera karena dunia menunggu, karena pencegahan ini untuk seluruh dunia," ujar Nurcahyo.

    Baca: Basarnas Sudah Kumpulkan 138 Kantong Jenazah Korban Lion Air

    KNKT baru akan memulai analisis data yang dikumpulkan selama tujuh hari pencarian sejak jatuhnya pesawat pada Senin pagi ini. Salah satu datanya ialah Flight Data Recorder (FDR) yang memiliki 1.800 parameter.

    "(Investigasi) tentu tidak akan selesai 1-2 hari apabila parameternya begitu banyak. Apabila ada keanehan dan kerusakan, kami harus lihat lagi data perbaikan. Kami sudah ada data awal apa yang terjadi, tapi analisis masih akan panjang," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.