Jumat, 16 November 2018

Jokowi: Ibu Saya dari Boyolali

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melakukan blusukan ke Pasar Anyar, di Kota Tangerang, Banten, Ahad, 4 November 2018. Foto: Biro Pers Setpres.

    Presiden Jokowi melakukan blusukan ke Pasar Anyar, di Kota Tangerang, Banten, Ahad, 4 November 2018. Foto: Biro Pers Setpres.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi kembali mengungkap soal hoax yang menimpa dirinya. Padahal, kata Jokowi, ia sudah bersalaman dengan banyak orang.

    Baca juga: Jokowi Minta Pengusaha Muda Berhijrah

    "Saat salaman itu saya hafal, mungkin karena sudah salaman dengan puluhan juta orang satu per satu," kata Jokowi, dalam Konsolidasi Tim Kampanye Daerah, Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten, di ICE Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Minggu, 4 November 2018.

    Jutaan orang yang dimaksud, yaitu menyalami warha saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga sekarang sebagai Presiden RI.

    "Saya nyalam pedagang, nyalam di Balai Kota, kemudian tadi malem waktu di KH Abuya Muhtadi, saya kan salamanm itu kerasa, oh ini saya salaman dengan bapak ibu salaman bener, yang ini salaman setengah-setengah, yang ini salaman tidak mendukung. Jangan pikir saya tidak ada perasan saat salaman," ujar Jokowi.

    Meski sudah bersalaman dengan puluhan juta orang, Jokowi mengaku masih terkena berita bohong atau hoax mengenai dirinya.

    "Ada yang mengatakan saya antek aseng, ibu saya Cina. Anak saya bahkan langsung bikin kaos. Mungkin karena dia anak muda, tulisannya: 'Cucunya Oey Hoi Liong', pakai topi juga sama, padahal ibu saya dari Boyolali, berpolitiklah dengan adab, adat dengan tata krama yang baik," kata Jokowi berpesan.

    Baca juga: Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi 

    Jokowi sudah berupaya bersabar dalam 4 tahun ini, tapi akhirnya tidak tahan juga. "Sabar, sabar, sabar... ya sudah 4 tahun sabar. Jadi saya harus jawab sekarang kalau tidak dijawab repot," ujar Jokowi lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.