Selasa, 20 November 2018

Menag Lukman: Budaya dan Agama Dibenturkan, Indonesia Bisa Runtuh

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertemu agamawan dan budayawan di Yogyakarta, Jumat, 2 November 2018. TEMPO/Shinta Maharani.

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertemu agamawan dan budayawan di Yogyakarta, Jumat, 2 November 2018. TEMPO/Shinta Maharani.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan benturan budaya dan agama yang terjadi belakangan ini akan merusak Indonesia. "Kementerian Agama harus menyikapinya. Kalau tidak, ke-Indonesiaan kita bisa runtuh," kata Lukman di Yogyakarta, Sabtu, 2 November 2018.

    Baca juga: Para Pemimpin Agama Dunia Siap Deklarasi Perdamaian pada 2020

    Gelisah dengan persoalan itu membuat Kementerian Agama mengundang kalangan agamawan dari semua agama yang ada di Indonesia dan budayawan untuk mendapat masukan dari tokoh agama dan budaya untuk melihat hubungan yang lebih baik atau harmonis antara agama dan budaya. Indonesia menurut Lukman sangat khas karena kaya berbagai ragam budaya. Indonesia sekaligus masyarakat agamis.

    Dengan begitu, nilai-nilai agama dan budaya tidak bisa dipisahkan dalam konteks Indonesia. Budaya pada hakikatnya mengandung nilai-nilai spiritualitas dan agama. Nilai-nilai budaya merupakan tradisi yang ada di masyarakat.
    "Kecenderungannya agama dan budaya tiba-tiba berhadap-hadapan satu dengan yang lain. Ingin menegasikan atau menafikkan satu dengan yang lain," kata Lukman.

    Lukman Hakim khawatir bila kondisi itu dibiarkan akan merusak budaya dan agama. Padahal, keduanya menjadi kekuatan atau modal utama Indonesia.

    Lukman Hakim Saifuddin mengajak semua kalangan untuk menjaga keragaman, menebarkan nilai-nilai agama yang tidak mengusik keberadaan tradisi atau budaya yang selama ini sudah hidup ratusan tahun. Sebaliknya juga jangan sampai budaya yang ada secara prinsip mengingkari nilai-nilai agama yang pokok "Jadi keduanya harus saling mnghargai," kata Lukman.

    Baca juga: Setara Institut: Intoleransi Terhadap Keyakinan Meningkat

    Sarasehan agamawan dan budayawan yang digelar dua hari (2 dan 3 November) itu menghadirkan sejumlah tokoh di antaranya Cendekiawan muslim Indonesia Profesor M. Amin Abdullah, Pengasuh Pesantren Nurul Ummahat Kotagede, KH Abdul Muhaimin, Bhikkhu Sri Pannavaro, sastrawan Putu Setia, budayawan Radhar Panca Dahana, penyair Acep Zamzam, sastrawan Agus Noor, perupa Nasirun, budayawan Sudjiwo Tejo, dan budayawan Betawi Ridwan Saidi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.