Sabtu, 17 November 2018

Jokowi Ingin Angkat Anak Dewi Yull Jadi Staf Khusus Presiden

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo  atau Jokowi senam Cerdik bersama ribuan masyarakat Kota Tangerang dalam rangka Hari Kesehatan Nasional  di Lapangan Pemerintah Kota Tangerang, Ahad, 4 November 2018. Tempo/Ayu Cipta

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi senam Cerdik bersama ribuan masyarakat Kota Tangerang dalam rangka Hari Kesehatan Nasional di Lapangan Pemerintah Kota Tangerang, Ahad, 4 November 2018. Tempo/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mengaku sempat ingin mengangkat seorang penyandang disabilitas menjadi staf khususnya untuk bekerja di istana.

    Baca juga: Kunjungi Pameran IMOS, Jokowi Ingin Lihat Kemajuan Industri Motor

    "Saya sebenarnya mau minta satu staf khusus disabilitas, sudah kita seleksi, sudah dapat namanya Surya, tapi baru akan kita suruh masuk, anaknya sudah diterima sekolah di Amerika (Serikat)," kata Jokowi, dalam Deklarasi Calon Legislatif Perempuan untuk Pemenangan Jokowi-Amin, di Hotel JHL Solitare Serpong, Tangerang, Ahad, 4 November 2018.

    Acara tersebut dihadiri para caleg perempuan, antara lain penyanyi Krisdayanti sebagai caleg PDIP, Nurul Arifin caleg Partai Golkar, presenter Tina Talisa dan Wanda Hamidah caleg dari Partai NasDem, dan ratusan caleg perempuan lainnya.

    "Ya sudah 'Sur kamu sekolah dulu sajalah di Amerika, nanti setelah pulang langsung masuk ke staf khusus presiden. Saya sampaikan begitu, butuh waktu katanya sekolah mungkin 4 tahun untuk S2 dan S3, ini anaknya mbak Dewi Yull," ujar Jokowi pula.

    Surya Sahetapy adalah putra dari pasangan Ray Sahetapy dan Dewi Yull. Ia pun pernah mengajari Jokowi ketika berbicara dalam bahasa isyarat pada pembukaan Asian Para Games 2018.

    Saat ini Surya tengah menempuh pendidikan di sebuah universitas di New York, Amerika Serikat. Surya pernah mengutarakan keinginannya sebagai staf khusus presiden dalam acara "Ngopi Bersama Presiden Republik Indonesia" di Istana Bogor pada 10 Oktober 2018.

    Jokowi dalam acara itu, juga mendapat pertanyaan dari Nanda Aprieza, salah satu penyandang disabilitas soal program disabilitas dalam Pemerintahan Jokowi.

    Baca juga: Jokowi Minta Pengusaha Muda Berhijrah

    "Hitungan terakhir angka disabilitas di negara kita 23 juta orang, itu angka yang juga sangat besar butuh fasilitas-fasilitas baik transportasi, trotoar, toilet maupun gedung ramah disabilitas, faktanya baru 1-3 kota yang ramah disabilitas," ujar Jokowi.

    Menurut Jokowi, hal ini adalah pekerjaan besar bagi pemerintah untuk memberikan ruang agar mendapat akses ekonomi, pelatihan maupun industri untuk menerima disabilitas sebagai bagian dari perusahaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.