JK Sebut Akar Konflik Adalah Ketidakadilan Pelbagai Sektor

Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba saat menghadiri pembukaan KTT Asia-Europe Meeting (ASEM) Ke-12 di Brussels, Belgia, 18 Oktober 2018. KTT ASEM Ke-12 mengangkat tema "Europe and Asia: Global Partners for Global Challenges". REUTERS/Yves Herman

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan konflik yang terjadi di Indonesia berakar dari ketidakadilan. “Padahal ancaman disintegrasi bangsa terjadi karena konflik,” kata JK saat memberi kuliah umum dalam perayaan Dies Natalis ke 60 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran di Yogyakarta, Ahad, 4 November 2018.

Baca: Singgung Ketatnya Persaingan CPNS, JK Minta Mahasiswa Wirausaha

JK pun merinci sejumlah konflik besar dalam sejarah Indonesia sejak merdeka ada 15 peristiwa. Seperti peristiwa Madiun (pemberontakan Partai Komunis Indonesia atau PKI), pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan), Darul Islam atau Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan Pemberontakan bersenjata Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)

Kemudian ada Piagam Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) dan Gerakan 30 September (G30S). JK pun menyebut sejumlah konflik bangsa ketika terjadi peristiwa rusuh Poso, Ambon, Timor Timur, Papua, dan Aceh.

“Di antara 15 konflik besar itu, 10 konflik terjadi karena ada pihak yang merasa ketidakadilan, baik ketidakadilan politik, ekonomi, dan sosial,” kata JK. JK mengatakan ada tidaknya keadilan menjadi pengaruh kuat suatu bangsa bisa bersatu atau pecah.

Misalnya PRRI/Permesta, kata JK, memberontak karena merasa daerahnya kurang maju dibanding pusat. Sedangkan peristiwa rusuh di Ambon dan Poso, menurut JK, karena masalah politik kepimpinan daerah. Adapun konflik di Aceh pernah terjadi karena ekonomi yang timpang.

“Jadi mayoritas konflik besar di Indonesia karena persoalan ketidakadilan, maka pembangunan yang dilaksanakan harus memenuhi unsur keadilan dan pemerataan,” ujarnya.

Simak: Pandangan Jusuf Kalla Soal Penyaluran Dana Kelurahan

Tanpa keadilan, kata JK, juga tidak akan bisa menggerakkan bangsa ke arah yang lebih maju. Oleh sebab itu, salah satu upaya mewujudkan keadilan dengan memajukan pembangunan perekonomian yang merata.






Ferry Mursyidan Baldan Wafat, JK: Baktinya Banyak untuk Bangsa dan Negara

5 hari lalu

Ferry Mursyidan Baldan Wafat, JK: Baktinya Banyak untuk Bangsa dan Negara

Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan pekan lalu sempat menghadiri acara KAHMI di Palu bersama Jusuf Kalla.


Ferry Mursyidan Baldan Wafat, Jokowi: Dunia Perpolitikan Kehilangan Tokoh yang Baik

5 hari lalu

Ferry Mursyidan Baldan Wafat, Jokowi: Dunia Perpolitikan Kehilangan Tokoh yang Baik

Jokowi mengenang Ferry Mursyidan Baldan sebagai sosok yang sangat baik dan bisa berkomunikasi dengan siapa pun.


SBY Duduk Semeja dengan Megawati di G20 Bali, Demokrat: Bicara Ringan

21 hari lalu

SBY Duduk Semeja dengan Megawati di G20 Bali, Demokrat: Bicara Ringan

Syarief menampik jika SBY dan Megawati membahas masalah politik. Menurut dia, kedua bekas Presiden RI ini membicarakan hal yang ringan.


Acara Makan Malam KTT G20 Bikin Megawati dan SBY Duduk Satu Meja

22 hari lalu

Acara Makan Malam KTT G20 Bikin Megawati dan SBY Duduk Satu Meja

Megawati dan SBY turut hadir di acara jamuan makan malam KTT G20 di Bali bersama mantan presiden dan wakil presiden RI lainnya


Deretan Wakil Presiden Indonesia Era Reformasi

22 hari lalu

Deretan Wakil Presiden Indonesia Era Reformasi

Dalam sistem tata negara Indonesia, peran wakil presiden tidak dapat dikesampingkan.


Agar Inovasi Bisa Dikomersialkan, JK Usul Mahasiswa Teknik Dapat Mata Kuliah Bisnis Satu Semester

24 hari lalu

Agar Inovasi Bisa Dikomersialkan, JK Usul Mahasiswa Teknik Dapat Mata Kuliah Bisnis Satu Semester

JK meminta perguruan tinggi memperkuat kolaborasi antara penelitian dan bisnis yang lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia.


Pesantren Darunnajah Kini Punya Universitas, Jusuf Kalla Apresiasi Ada Fakultas Bisnis

30 hari lalu

Pesantren Darunnajah Kini Punya Universitas, Jusuf Kalla Apresiasi Ada Fakultas Bisnis

Universitas Darunnajah mempunyai tiga fakultas, yakni FAI, Fakultas Bisnis dan Fakultas Sains dan Teknologi.


Tentang Pekerja Kasar Cina di Proyek Smelter Nikel, Begini Kata Jubir JK

33 hari lalu

Tentang Pekerja Kasar Cina di Proyek Smelter Nikel, Begini Kata Jubir JK

Pernyataan Luhut sebelumnya ditujukan untuk menjawab tudingan Jusuf Kalla atau JK yang menyebut pekerja smelter nikel adalah pekerja dari Cina.


Dua Tahun Terhenti, UGM Gelar Lagi Anugerah HB IX Award pada Desember 2022

37 hari lalu

Dua Tahun Terhenti, UGM Gelar Lagi Anugerah HB IX Award pada Desember 2022

UGM memastikan kembali menggelar Anugerah Hamengku Buwono (HB) IX Award saat dies natalis ke-73.


Luhut Bantah Klaim JK soal Pekerja Smelter Nikel dari Cina

39 hari lalu

Luhut Bantah Klaim JK soal Pekerja Smelter Nikel dari Cina

Menurut Luhut, saat awak smelter berdiri memang banyak pekerja Cina yang dipekerjakan.