Hingga Malam Ini, 104 Kantong Jenazah Korban Lion Air Ditemukan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR Gabungan mengevakuasi serpihan pesawat Lion Air JT 610 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, 3 November 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tim SAR Gabungan mengevakuasi serpihan pesawat Lion Air JT 610 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, 3 November 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim SAR Gabungan kembali membawa 27 kantong jenazah usai menyisir lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Perairan Karawang, Jawa Barat, pada sabtu, 3 November 2018. Saat ini, total sementara yang telah terkumpul adalah 104 kantong jenazah.

    Baca: Tiga Korban Lion Air Kembali Teridentifikasi, Ini Identitasnya

    "Ada 104 kantong jenazah yang terkumpul sampai hari ini. Ini yang terakhir akan segera kami kirim ke RS Polri," ujar Deputi Bidang Operasi Basarnas Mayor Jenderal TNI Nugroho Budi Wirianto di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu, 3 November 2018.

    Selain kantong jenazah, tim juga membawa beberapa potong bagian pesawat. Berdasarkan pantauan Tempo, puluhan kantong itu lebih dahulu diperiksa oleh tim disaster victim identification (DVI) Polri. Usai dilakukan pemeriksaan, puluhan kantong itu dibawa ke Rumah Sakit Polri R Said Soekanto, Jakarta Timur, dengan belasan mobil ambulans untuk diidentifikasi.

    Baca: Penyelam Pencari Lion Air Meninggal, Menhub Sampaikan Duka

    Pesawat Lion Air JT-610 dengan register PK-LQP jatuh di Laut Karawang pada 29 Oktober. Pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang itu hilang kontak setelah 12 menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada 06.20 WIB.

    Terdapat 189 orang di dalam pesawat Lion Air tersebut yang terdiri atas 181 penumpang (2 bayi, 1 bocah), dan delapan awak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.