Tim SAR Bawa Tiga Kantung Jenazah Lagi Korban Lion Air

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Basarnas mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di pantai utara Karawang, Jawa Barat, Jumat, 2 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Anggota Basarnas mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di pantai utara Karawang, Jawa Barat, Jumat, 2 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim SAR Gabungan dan Direktorat Polisi Air Baharkam Polri kembali membawa tiga jenazah usai menyisir lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Perairan Karawang, Jawa Barat. Selain kantong jenazah, tim juga membawa beberapa potong bagian pesawat.

    Baca: Residu Garam pada Memory Card Black Box, KNKT: Sedang Dibersihkan

    Berdasarkan pantauan Tempo, tiga kantong itu lebih dahulu diperiksa oleh disaster victim identification (DVI) Polri. Usai dilakukan pemeriksaan, dua kantong itu dilarikan ke Rumah Sakit Polri R Said Soekanto, Jakarta Timur, dengan dua mobil ambulans.

    Namun, belum ada konfirmasi terkait tiga kantong jenazah tersebut. Sementara, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi hanya melihat kondisi sisa-sisa dari pesawat. Selain jenazah dan serpihan, tim juga membawa turbin pesawat.

    Baca: Jokowi Ucapkan Belasungkawa untuk Penyelam yang Meninggal

    Pesawat Lion Air JT-610 dengan register PK-LQP itu jatuh di Laut Karawang pada 29 Oktober. Pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang itu hilang kontak setelah 12 menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada 06.20 WIB.

    Terdapat 189 orang di dalam pesawat Lion Air tersebut yang terdiri atas 181 penumpang (2 bayi, 1 bocah), dan delapan awak. Hingga kini, tim SAR Gabungan telah mengumpulkan 73 kantong jenazah yang telah dikirim ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diidentifikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.