Kepala Basarnas Sebut Penyelam Meninggal Relawan Berdedikasi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi (kiri) didampingi Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Polri Arthur Tampi menjawab pertanyaan dari wartawan terkait berapa lama waktu pencarian korban Jatuhnya Lion Air pada konferensi pers di Sentra Visum, RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi (kiri) didampingi Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Polri Arthur Tampi menjawab pertanyaan dari wartawan terkait berapa lama waktu pencarian korban Jatuhnya Lion Air pada konferensi pers di Sentra Visum, RS Polri, Kramat Jati, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi mengungkapkan rasa duka atas meninggalnya Syahrul Anto, penyelam dari Indonesia Diving Rescue Team, saat proses pencarian pesawat Lion Air JT 610.

    Baca: Penyelam Meninggal Saat Pencarian Lion Air Dibawa ke Surabaya

    "Sebagai Kabasarnas, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya pahlawan kemanusiaan dari personel Indonesia Diving Rescue Tim," ucap Syaugi di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu, 3 November 2018.

    Syaugi memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada almarhum yang dianggap memiliki kapasitas dan kualitas, senioritas, dan memiliki jam terbang yang tinggi sebagai relawan yang penuh dedikasi. "Namun, jika Tuhan menghendaki hal lain, kita tidak dapat melawannya," kata Syaugi.

    Syahrul Anto meninggal saat proses pencarian pesawat Lion Air JT 610 pada Jumat, 2 November sekitar pukul 21.30 WIB. "Iya, benar. Sekitar pukul 21.30 WIB, jenazah dibawa ke Dermaga JICT (Jakarta International Container Terminal) 1 mengunakan kapal Pertamina Victory," kata Pimpinan Indonesia Diving Rescue Team (IDRT) Bayu Wardono di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu, 3 November 2018.

    Baca: Menhub Copot Pejabat Lion Air, Pengamat: Menyalahi Kewenangan

    Sebelumnya, Syahrul sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara. Namun, sesampainya di rumah sakit, Syahrul sudah tidak sadarkan diri. "Dinyatakan meninggal, pukul berapa tepatnya, kami enggak ada data. Terus sekarang dibawa ke rumah duka di Surabaya," kata Bayu.

    Syahrul merupakan penyelam sipil yang berada di bawah Basarnas saat proses pencarian Lion Air PK-LQP. Terkait penyebab meninggalnya Syahrul, kata Bayu, timnya masih perlu melakukan investigasi.

    "Basarnas yang urus semua, mulai dari dibawa ke RSUD Koja sampai ke kampung halamannya. Dimakaminnya juga pakai cara Basarnas," tutur Bayu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.