Basarnas Telah Serahkan 67 Kantong Jenazah Korban Lion Air JT 610

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Tim DVI Polda Metro Jaya mengambil sampel dari serpihan serta barang milik korban Lion Air JT 610, yang akan dibawa ke RS Polri. ANTARA

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Tim DVI Polda Metro Jaya mengambil sampel dari serpihan serta barang milik korban Lion Air JT 610, yang akan dibawa ke RS Polri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan SAR Nasional kembali menyerahkan dua kantong jenazah korban kecelakaan Lion Air JT 610 ke Rumah Sakit Polri, R Said Soekanto, pada Jumat, 2 November 2018. Hingga hari kelima pencarian korban pesawat yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Basarnas telah menyerahkan 67 kantong jenazah.

    Baca: Ini Identitas Empat Korban Lion Air yang Sudah Teridentifikasi

    "Sebanyak 67 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 telah ditemukan pada hari kelima pencarian," ujar Kepala Basarnas M Syuaqi dalam keterangan tertulisnya, Jumat 2 November 2018.

    Syuaqi mengatakan seluruh kantong jenazah tersebut sudah diberi label dan dievakuasi ke Rumah Sakit Polri R Said Soekanto untuk diidentifikasi. Menurut dia, jumlah tersebut akan terus bertambah karena pencarian terus dilakukan, terutama di area titik jatuhnya pesawat.

    Basarnas menduga banyak jasad korban kecelakaan Lion Air JT 610 yang terperangkap dalam bangkai pesawat. Kemarin, tim penyelam berhasil menemukan titik jatuhnya pesawat, yaitu 40-100 meter dari penemuan black box yang berada di radius 500 meter dari Last Known Position sebelah barat daya.

    Baca: Arus Deras dan Lumpur Tebal Hadang Temuan Black Box VCR Lion Air

    Menurut Komandan Satuan Tugas SAR Angkatan Laut Kolonel Isswarto, di titik tersebut ditemukan banyak jasad korban kecelakaan. "Iya, banyak jasad korban di titik jatuhnya pesawat," ujarnya kepada Tempo Kamis malam, 1 November 2018.

    Selain itu, kata Isswarto, badan pesawat juga dipastikan hancur dan sudah terpecah menjadi puing-puing. "Yang ditemukan dalam kondisi utuh hanya roda dan kursi pesawat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.