PSI Tampik Sengaja Goreng Candaan Prabowo Soal Tampang Boyolali

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menunjukkan sejumlah indikator penilaian seleksi bakal calon legislatif dari PSI, di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Ahad, 5 November 2017. TEMPO/Putri.

    Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menunjukkan sejumlah indikator penilaian seleksi bakal calon legislatif dari PSI, di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Ahad, 5 November 2017. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menampik tudingan politikus Partai Gerindra Andre Rosiade bahwa partainya sengaja menggoreng ucapan Prabowo Subianto saat kampanye di Boyolali. Menurut Raja, calon presiden nomor urut 02 itu tidak seharusnya mengujarkan guyonan yang seksis.

    Alasannya, kata dia, Prabowo adalah calon pemimpin. "Pemimpin tidak menjadikan rakyat sebagai candaan," ujar Juli kepada Tempo melalui pesan pendek, Jumat, 2 November 2018.

    Baca: Soal Video Prabowo Sebut Tampang Boyolali, Gerindra: Digoreng PSI

    Komentar Raja berawal dari beredarnya video kampanye Prabowo di Boyolali, 31 Oktober 2018. Saat itu Prabowo melontarkan guyon kepada audiens kampanye. Ia berujar, mereka mungkin akan diusir dari hotel bintang lima karena memiliki tampang Boyolali.

    Sejumlah kader PSI mengkritik candaan Prabowo, termasuk Juli. Juli mengatakan pemimpin seharusnya memiliki selera humor yang tinggi dan tak melecehkan fisik rakyatnya.

    Simak: Tanggapi PSI, Sandiaga Klaim Deklarasi Minum Susu Bukan Kampanye

    Andre Rosiade menuding PSI hanya mencari sensasi. "Video di Boyolali Pak Prabowo itu digoreng oleh orang PSI. Penggorengnya namamya Tsamara," kata Andre kepada Tempo saat dihubungi Jumat malam.

    Andre menilai Tsamara Amany yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat PSI sengaja menggiring isu tentang ujaran capres nomor urut 02 itu sebagai bentuk penyerangan. Andre juga menilai PSI menggencarkan modus menumpang tenar. "Karena PSI masih parnoko alias partai nol koma," kata Andre.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.