Jumat, 16 November 2018

Mendagri Ancam Akan Pecat Praja IPDN yang Melakukan Kekerasan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai menghadiri acara resepsi pernikahan putra Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 10 September 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai menghadiri acara resepsi pernikahan putra Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 10 September 2018. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengimbau praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang baru dilantik hari ini untuk menjaga nama baik kampus dan Kementerian Dalam Negeri. Dia meminta tak ada lagi perkelahian dan kekerasan.

    "Begitu ada yang kelahi atau pukul, pecat tanpa ampun," kata Tjahjo saat pelantikan praja muda IPDN Angkatan XXIX di Kampus IPDN, Jatinangor, Jumat, 2 November 2018.

    Baca: Jokowi Lantik Pamong Praja Lulusan IPDN ...

    Selain itu, Tjahjo mengingatkan agar praja muda menghindari narkoba. "Kalau anda pengguna, berhenti tidak hormat."

    Tjahjo menyoroti kesiapan para praja menjadi calon pemimpin. Mereka harus memiliki impian, imajinasi, dan konsep sejak saat ini karena tantangan bangsa semakin berat.

    Baca: Pesan Jokowi ke Lulusan IPDN: Kalau Jadi ASN, Jangan Korupsi ...

    IPDN menerima 1.994 calon praja tahun ini yang terdiri dari 1.319 putra dan 675 putri. Mereka mengalahkan 44.485 orang pendaftar. Wakil Presiden Jusuf Kalla melantik mereka pagi ini di Kampus IPDN, Jatinangor.

    JK mengatakan sikap dan etika menjadi penentu keberhasilan mereka dalam mengemban tugas. JK berpesan agar praja muda IPDN selalu menanamkan jiwa yang menjunjung kesatuan Indonesia. "Tanpa jiwa itu tentu negara kita akan terpecah belah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.