Jumat, 16 November 2018

Ketua TP PKK Jabar Kunjungi Keluarga Tuti Tursilawati

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Atalia Praratya mengunjungi kediaman keluarga almarhumah Tuti Tursilawati, Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  asal Majalengka yang dieksekusi mati di Arab Saudi,  Kamis, 1 November 2018.

    Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Atalia Praratya mengunjungi kediaman keluarga almarhumah Tuti Tursilawati, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka yang dieksekusi mati di Arab Saudi, Kamis, 1 November 2018.

    INFO JABAR - Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Atalia Praratya mengunjungi kediaman keluarga almarhumah Tuti Tursilawati, Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  asal Majalengka yang dieksekusi mati di Arab Saudi, di Desa Cikeusik Kecamatan Sukahaji, Majalengka, Kamis, 1 November 2018. Kedatangan Atalia disambut tangisan Ibunda dan anak Tuti.

    "Saya turut prihatin dan berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga kejadian ini tidak menimpa masyarakat kita lagi," kata Atalia yang juga memberikan kadeudeuh, tanda kasih saying,  kepada Ibunda Tuti.

    Tuti Tursilawati dieksesuki mati oleh pemerintah Arab Saudi di Kota Thaif, Senin, 29 Oktober 2018. Eksekusi itu mendapat protes dari  banyak pihak karena dilakukan tanpa pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia.

    Pada 12 Mei 2010, Tuti Tursilawati ditangkap oleh Kepolisian Saudi atas tuduhan membunuh ayah majikannya, warga negara Saudi atas nama Suud Mulhaq AI-Utaibi. Tuti Tursilawati ditangkap sehari setelah peristiwa pembunuhan yang terjadi pada 11 Mei 2010.

    Menurut Atalaia, upaya maksimal sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah seperti pendampingan sejak tahun 2010 silam. "Upaya sudah dilakukan maksimal oleh pemerintah pusat dan daerah. Karena ini sudah berjalan sejak tahun 2010, prosesnya sangat panjang. Saya juga melihat bahwa upaya pendampingan sudah sering dilakukan," ujarnya.

    Untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang, TP-PKK Jabar bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Jabar akan memperkuat pemberdayaan perempuan. "Yang kami lakukan adalah upaya pencegahan agar tidak terjadi seperti ini lagi di kemudian hari. Ini tugas saya dengan DP3AKB," ucapnya.

    Rencananya, dalam waktu dekat akan didirikan sekolah perempuan di seluruh Jabar. Sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan keluarga, menghilangkan trafficking, mengurangi angka perceraian, dan memberdayakan perempuan secara ekonomi.

    "Ini penting untuk dilakukan dalam waktu dekat. Daerah seperti Cimahi, Kota Bogor sudah melakukan itu. Kami sudah mempersiapkan instrumennya agar ke depannya perempuan menjadi cerdas, mandiri dan tahan banting," tuturnya.

    Atalia menyebut, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Majalengka jumlahnya cukup tinggi, dan sebanyak riga ribu di antaranya bekerja di Arab Saudi. "Kita harus pantau terus mereka. Harapan saya sebetulnya perempuan-perempuan tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi masalah," kata Atalia. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.