KPK Duga Bupati Lampung Selatan Cuci Uang di Acara PAN

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua tersangka Bupati Bener Meriah, Ahmadi (kiri) dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Anjar Asmara, menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Ahmadi, diperiksa kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh dan Anjar Asmara, diperiksa kasus suap proyek infrastruktur dan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Lampung Selatan tahun 2018.

    Dua tersangka Bupati Bener Meriah, Ahmadi (kiri) dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Anjar Asmara, menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Ahmadi, diperiksa kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh dan Anjar Asmara, diperiksa kasus suap proyek infrastruktur dan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Lampung Selatan tahun 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Bupati Lampung Selatan nonaktif Zainudin Hasan menggunakan uang hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk membiayai kegiatan Partai Amanat Nasional di Lampung Selatan. KPK menduga adik Ketua MPR Zulkifli Hasan itu menggunakan uangnya untuk membiayai 3 kegiatan PAN di daerah tersebut.

    Baca: Suap Proyek, KPK Sita 16 Bidang Tanah Bupati Lampung Selatan

    "KPK mengidentifikasi ada dugaan aliran dana untuk pembiayaan sekitar 3 kegiatan parpol di Lampung Selatan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

    KPK menduga jumlah uang yang mengalir untuk kegiatan PAN Lampung Selatan itu berjumlah Rp 100 juta. Uang tersebut diduga dipakai untuk menyewa kamar hotel. KPK menyatakan masih terus menelusuri uang hasil korupsi Zainudin yang diduga disamarkan melalui aset-aset atas nama keluarga.

    KPK menetapkan Zainudin menjadi tersangka TPPU senilai Rp 57 miliar. KPK menduga uang yang disamarkan Zainudin berasal dari imbalan proyek di dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Selatan.

    Sebelumnya, KPK lebih dulu menetapkan Zainudin menjadi tersangka suap proyek di Lampung Selatan. KPK menyangka dia menerima suap senilai Rp 56 miliar. Uang diduga berasal dari fee proyek sebesar 10-17 persen di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.

    Simak: KPK Temukan Imbalan Rp 56 Miliar di Kasus Zainudin Hasan

    Dalam kasus suap Bupati Lampung Selatan Zainudin, KPK juga menetapkan tiga tersangka lain, yakni Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Bhakti Nugraha; Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan, Anjar Asmara dan Gilang Ramadhan dari CV 9 Naga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?