Jumat, 16 November 2018

Jokowi: BUMN yang Lamban akan Ditinggal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjajal teknologi virtual reality di Jakarta Digital Valley, di Komplek Perkantoran Telkom Hub, Jakarta, 1 November 2018. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjajal teknologi virtual reality di Jakarta Digital Valley, di Komplek Perkantoran Telkom Hub, Jakarta, 1 November 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan kawasan perkantoran Telkom Grup, The Telkom Hub, di Jakarta Selatan, Kamis, 1 November 2018. "Dengan semangat membuat Indonesia menjadi negeri subur untuk inovasi, saya menyambut baik pembangunan dan pembenahan kawasan perkantoran Telkom Grup yang diberi nama The Telkom Hub," kata Jokowi dalam sambutannya.

    Baca: Saat Jokowi Jalan-jalan ke Raja Ampat Menggunakan VR

    Jokowi menyambut positif pembangunan kawasan perkantoran di Jalan Gatot Subroto itu karena dibuat untuk menjadi pusat pertumbuhan budaya inovasi digital, manajemen jasa dan infrastruktur pintar, pusat pengembangan entrepreneur digital, pusat edukasi sosial dan teknologi, pusat layanan pengguna digital, termasuk ada masjid pintar.

    Kendati begitu, Jokowi mengingatkan bahwa pekerjaan Telkom justru baru dimulai. Ia tidak ingin agar kegiatan Telkom tidak hanya heboh di awal lalu senyap ke depannya. "Ingat bahwa ide yang besar, ide yang smart harus diikuti dengan smart execution, diikuti dengan komitmen, diikuti dengan kerja keras. Bukan untuk telkom saja tapi seluruh BUMN. Dan terutama untuk milenial BUMN," ujarnya..

    Menurut Jokowi, dunia saat ini berubah begitu cepat. Pada 11 tahun lalu, kata dia, ada 10 perusahaan terbesar di dunia berdasarkan nilai kapitalisasi pasarnya. Jokowi menyebutkan, 3 perusahaan di bidang migas (Exonn Mobil, Royal Dutch Shell, dan Petro China), 3 perusahaan perbankan (ICBC, Citi Grup, dan Bank of America), 1 perusahaan manufaktur (General Electric), 2 perusahaan telekomunikasi (AT&T dan China Mobile), dan 1 perusahaan di bidang teknologi (Microsoft).

    Namun, kata Jokowi, susunan perusahaan tersebut sudah jungkir balik atau berubah total. Pada 2017, dari daftar 10 perusahaan berdasarkan nilai kapitalisasi pasarnya, Jokowi mengatakan ada 5 perusahaan bidang teknologi (Apple, Alphabet, Microsoft, Facebook, dan Tencent). Menurut dia, perubahan tersebut harus diamati dengan baik dan cermat.

    "Ini hanya salah satu contoh kecil bagaimana kemajuan teknologi sudah mengubah dunia kita. Revolusi industri 4.0 sedang terjadi dan proses terus membawa perubahan sangat dahsyat, sangat cepat," katanya.

    Karena itu lah, Jokowi mengingatkan kepada BUMN untuk merespons cepat perubahan itu. Jika tidak, Jokowi mengatakan BUMN yang lamban beresiko ditinggal. BUMN, kata dia, harus berinovasi. Sebab, sudah bukan zamannya BUMN menjadi perusahaan yang kaku dan birokratis dalam mengambil keputusan.

    Simak: Jokowi: Teknologi dan Inovasi Menerobos Ketidakmungkinan

    "Rumusnya bukan lagi asset heavy, tapi asset light. Enggak bisa membanggakan punya aset berat gede-gede, Sekarang yang dinilai brand value. Kalau kita tidak inovasi, pilihan hanya dua, inovasi atau semakin ditinggal," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.