Empat Pemuda Jabar Akan Berlaga di Homeless World Cup 2018

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas timnas Homeless World Cup Indonesia yang akan berlaga di Meksiko, Kamis, 1 November 2018, di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas timnas Homeless World Cup Indonesia yang akan berlaga di Meksiko, Kamis, 1 November 2018, di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung.

    INFO JABAR – Empat pemuda asal Jawa Barat akan berlaga dalam Homeless World Cup 2018  di Meksiko  pada  13-18 November 2018 mendatang. Keempat pemuda ini bergabung dalam  tim yang terdiri dari pelatih,  official, dan pemain.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas timnas Homeless World Cup Indonesia di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 1 November 2018.

    “Saya melepas timnas Homeless World Cup ke Meksiko. Rutin saya lakukan sejak saya menjadi walikota sekarang menjadi gubernur,” ujar Emil sapaan akrab Gubernur.

    Menurut Emil, anggota tim Homeless World Cup merupakan orang-orang yang memiliki spirit, yang ingin berkompetisi, yang ingin hidup lebih baik, yang ingin hidup penuh dengan dinamika kompetisi yang positif.

    Pelatih timnas Indonesia Aulia Rahman mengatakan, para pemain timnas Homeless Indonesia tidak memilki latar belakang sebagai atlet profesional, tapi mereka dilatih dengan serius.

    “Para pemain mulai berkumpul dalam satu tim sejak 28 September 2018, dan program training camp dimulai 1 Oktober-8 November 2018,” kata Aulia.

    Timnas Homeless Indonesia berada di bawah pembinaan Rumah Cemara, sebuah organisasi komunitas di Kota Bandung yang meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV-AIDS, konsumen narkoba, serta kaum marginal di Indonesia.

    “Semangat mereka yang bikin saya salut di sini. Karena mereka benar-benar orang yang pengen mengubah dirinya sendiri lewat ajang ini,” kata Aulia.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.