Selasa, 13 November 2018

PKS Ingin Bertemu Prabowo untuk Klarifikasi Wagub DKI

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) berbicara di depan peserta Indonesia Creative Leadership Camp II 2018, Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Selasa, 23 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) berbicara di depan peserta Indonesia Creative Leadership Camp II 2018, Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang, Selasa, 23 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid mengatakan, partainya ingin menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk meminta klarifikasi soal posisi wakil gubernur atau Wagub DKI Jakarta. Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa keputusan penetapan wakil gubernur DKI Jakarta diserahkan kepada Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta M. Taufik.

    Simak: Soal Kursi Wagub DKI, Gerindra: Sudah Diputuskan Prabowo dan PKS

    "Ada keinginan bertemu, tapi Pak Prabowo masih ada kegiatan di beragam tempat," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

    Hidayat mengatakan, klarifikasi justru disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan calon wakil presiden Sandiaga Uno. Ketiganya, kata Hidayat, kompak mengatakan bahwa Dewan Pimpinan Pusat Gerindra masih berkomitmen menyerahkan jatah kursi wagub DKI untuk PKS. "Pak Sandi menyampaikan secara terbuka maupun langsung ke saya," kata Hidayat.

    Polemik wakil gubernur DKI Jakarta tak kunjung rampung antara PKS dan Gerindra. Kursi DKI 2 itu kosong setelah ditinggalkan Sandiaga Uno yang maju menjadi cawapres mendampingi Prabowo.

    Elite PKS dalam sejumlah kesempatan mengatakan, Prabowo sudah berkomitmen memberikan jatah kursi wagub DKI kepada PKS. Sebab, PKS sudah merelakan kadernya tidak menjadi cawapres Prabowo.

    PKS juga sudah mengajukan dua nama kandidat pengganti Sandiaga. Yaitu Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat PKS DKI Jakarta Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu.

    Di sisi lain, Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta mengajukan Ketua DPD Jakarta M. Taufik sebagai kandidat wakil gubernur. Taufik pun mengklaim, Gerindra sebagai partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno di pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 lalu juga berhak mengajukan calon.

    Rabu, 24 Oktober lalu, Prabowo mengatakan bahwa keputusan penetapan wakil gubernur DKI diserahkan kepada Taufik. Kata dia, "Partai saya ya begitu. Kalau ketua DPD, ketua provinsi, dia yang tentukan. Kalau kabupaten ya ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang)," kata Prabowo di Stadion Klender, Jakarta Timur. "Ya saya bagaimana beliau."

    Baca: Sandiaga Uno: PKS dan Gerindra Solid Lewati Turbulensi Politik

    Hidayat mengatakan, partainya tak ingin memperkeruh suasana dengan berebut posisi wakil gubernur. Dia mengatakan PKS hanya mengingatkan komitmen yang sudah disampaikan Prabowo sebelumnya. "Kalau memang sudah membuat komitmen ya apa sulitnya dilaksanakan," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?