69 Anggota DPR Ditetapkan Sebagai Tersangka KPK dalam 11 Tahun

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan bersama juru bicara KPK, Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. KPK meningkatkan kembali satu perkara penyidikan dengan tersangka Gubernur Jambi Zumi Zola, yang diduga menerima gratifikasi Rp 49 miliar dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait dengan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan bersama juru bicara KPK, Febri Diansyah (kiri), memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. KPK meningkatkan kembali satu perkara penyidikan dengan tersangka Gubernur Jambi Zumi Zola, yang diduga menerima gratifikasi Rp 49 miliar dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait dengan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 69 anggota DPR menjadi tersangka, dalam 11 tahun terakhir. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan merupakan anggota DPR keempat yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada tahun 2018.

    Baca: Politikus PAN: Sebaiknya Taufik Kurniawan Mundur dari Jabatannya

    Taufik menjadi tersangka dalam kasus suap terkait perolehan anggaran dana alokasi khusus (DAK) fisik pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 untuk Kabupaten Kebumen. KPK menduga politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menerima Rp 3,65 miliar dari Mohammad Yahya Fuad yang saat itu menjabat sebagai Bupati Kebumen.

    "TK (Taufik Kurniawan) diduga menerima hadiah atau janji, padahal hadiah dan janji tersebut diketahui diberikan untuk menggerakkan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

    Basaria menyatakan, setelah dilantik menjadi Bupati Kebumen, M. Yahya Fuad melakukan pendekatan terhadap anggota DPR, termasuk Taufik. Taufik merupakan anggota DPR hasil Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII, yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional ini meraih 59.945 suara.

    Baca: Bamsoet Berharap Taufik Kurniawan Tetap Menjalankan Tugas di DPR

    Taufik dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di KPK pada Kamis, 1 November 2018. "Agenda pemeriksaan TK besok (hari ini) dalam kapasitasnya sebagai tersangka," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Rabu, 31 Oktober 2018.

    Sebelum Taufik, KPK telah memproses hukum 68 anggota DPR sejak 2007. Sebagian besar dari legislator tersebut disangka menerima suap. Berikut daftar anggota DPR yang telah diproses secara hukum oleh KPK. Sebagian telah memiliki hukup tetap, sebagian lagi masih dalam proses penyidikan.

    2007 (2 orang)

    Noor Adenan Razak
    Saleh Djasit

    2008 (5 orang)

    Sarjan Tahir
    M Al Amien Nur Nasution
    Anthony Z. Abidin
    Bulyan Royan
    HM Yusuf Erwin Faisal

    2009 (8 orang)

    Azwar Chesputra
    Fachri Andi Leluasa
    Hilman Indra
    Dudhie Makmun Murod
    Endin A. J Soefihara
    Udju Djuhaeri
    Hamka Yandhu
    Abdul Hadi Djamal

    2010 (26 orang)

    Ahmad Hafiz Zawawi
    Marthin Bria Seran
    Paskah Suzetta
    Bobby SH Suhardiman
    Anthony Zeidra Abidin
    Agus Condro Prayitno
    Max Moein
    Rusman Lumbantoruan
    Poltak Sitorus
    Williem M Tutuarima
    Muhammad Nurlif
    Asep Ruchimat Sudjana
    Reza Kamarullah
    Baharuddin Aritonang
    Hengky Baramuli
    Daniel Tanjung
    Panda Nababan
    Engelina Patiasina
    M Iqbal
    Budiningsih
    Jeffri Tongas
    Ni Luh Mariani
    Sutanto Pranoto
    Soewarno
    Matheos Pormes
    Sofyan Usman

    2011 (3 orang)

    Amrun Daulay
    Nazarudin
    Wa Ode Nurhayati

    2012 (3 orang)

    Angelina Patricia Pingkan Sondakh
    Zulkarnane Djabar
    Izedrik Emir Moeis

    2013 (3 orang)

    Luthfi Hasan Ishaaq
    Chairun Nisa
    Annas Urbaningrum

    2014 (1)

    Sutan Bhatoegana

    2015 (3 orang)

    Adriansyah
    Patrice Rio Capella
    Dewi Yasin Limpo

    2016 (5 orang)

    Damayanti Wisnu Putranti
    Budi Supriyanto
    Andi Taufan Tiro
    I Putu Sudiartana
    Charles Jones Mesang

    2017 (6 orang)

    Yudi Widiana Adia
    Musa Zainudin
    Miryam S. Haryani
    Markus Nari
    Setya Novanto
    Aditya Anugrah Moha

    2018 (4 orang)

    Fayakhun Andriadi
    Amin Santono
    Eni Maulani Saragih
    Taufik Kurniawan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.