Jenazah Jannatun Cintya Dewi Teridentifikasi Lewat Data E-KTP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa berkas keluarga penumpang korban Lion Air JT610 untuk kelengkapan tes DNA di RS Polri, Jakarta, Rabu 31 Oktober 2018. Sekitar 70 anggota keluarga penumpang korban Lion Air JT610 sudah melakukan tes DNA. Sudah diterima juga 185 data antemortem. TEMPO/Subekti.

    Petugas memeriksa berkas keluarga penumpang korban Lion Air JT610 untuk kelengkapan tes DNA di RS Polri, Jakarta, Rabu 31 Oktober 2018. Sekitar 70 anggota keluarga penumpang korban Lion Air JT610 sudah melakukan tes DNA. Sudah diterima juga 185 data antemortem. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 berhasil mengungkap identitas jenazah pertama penumpang pesawat itu atas nama Jannatun Cyntia Dewi.

    Baca juga: Area Pencarian Pesawat Lion Air JT 610 Diperluas

    Kepala Pusat Inafis Polri, Brigjen Hudi Suryanto, mengatakan dari 48 kantung jenazah yang telah berada di RS Polri, polisi berhasil mengidentifikasi jenazah Jannatun lewat data primer sidik jari.

    "Kita telah mencoba mencocokkan data bagian tubuh korban berupa sidik jari telunjuk sebelah kanan dengan data E-KTP," ujar Hudi di RS Polri, Rabu 31 Oktober 2018.

    Hudi mengatakan, informasi pendukung dari identifikasi korban tersebut didapatkan dari data sekunder antemortem, berupa foto selfie, foto E-KTP, dan foto ijazah, yang diberikan pihak keluarga.

    "Identifikasi jenazah atas nama Jannatun Cintya Dewi, telah dibenarkan oleh pihak keluarga, yang merupakan anak ketiga dari pasangan Bambang Supriyadi dan Surtiyem," kata Hudi.

    Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Brigjen Arthur Tampi mengatakan jenazah akan dibawa pihak keluarga ke Sidoarjo, Jawa Timur pada malam ini. "Nanti yang akan memgakomodasi pemberangkatannya akan dibiayai oleh pihak maskapai," katanya.

    Lion Air JT 610 dipastikan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat jenis Boeing 737 Max8 itu hilang kontak pada pukul 06.32 WIB, atau sekitar 12 menit setelah take off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dipimpin oleh Kapten Bhavye Suneja, pilot berusia 31 tahun asal India, PK-LQP membawa 181 penumpang. Bhavye didampingi kopilot Harvino dan lima awak kabin.

    Diperkirakan seluruh penumpang berjumlah 189 orang di dalam pesawat tewas, terdiri atas 178 orang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, dan enam awak kabin, pada Senin, 29 Oktober 2018.

    AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?