Gubernur Erzaldi: 128 Warga Babel Jadi Korban Lion Air JT 610

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 601 rute Jakarta - Pangkalpinang mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2017. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkal Pinang. TEMPO/Subekti.

    Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 601 rute Jakarta - Pangkalpinang mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2017. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkal Pinang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mendatangi Rumah Sakit Polri Said Soekanto, Jakarta Timur untuk memantau proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Sebanyak 128 warga Babel menjadi korban kecelakaan tersebut.

    "Keluarga korban meminta cepat untuk melakukan proses identifikasi. Dalam hal ini, harapan kita semoga dalam waktu cepat teridentifikasi," kata Erzaldi di RS Polri Said Soekanto pada Rabu, 31 Oktober 2018.

    Baca: Basarnas Temukan Titik Objek Diduga Puing Lion Air JT 610

    Erzaldi mengatakan bahwa keluarga korban yang berada di Kepulauan Bangka Belitung telah diberangkatkan juga ke Jakarta guna kepentingan pemeriksaan DNA dan pemberian data ante mortem. Menurut dia, semua keluarga korban sudah melapor.

    "Namun masih ada satu keluarga korban yang belum melapor. Korban akan mendapatkan santunan oleh Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta. Kita ketahui, banyak keluarga korban juga berdomisili di Jabodetabek," kata Erzaldi.

    Baca: Basarnas: 49 Kantong Jenazah Lion Air Sudah Dikirim ke RS Polri

    Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pada Senin pagi, 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat dengan tujuan Pangkalpinang itu membawa sebanyak 189 penumpang termasuk 8 awak kabin.

    Saat ini, tim gabungan Basarnas masih melakukan pencarian korban dan badan pesawat yang diduga tenggelam. Sebanyak 49 kantong jenazah telah berada di RS Polri untuk diidentifikasi.

    AQIB SOFWANDI

    Baca: Keluarga Korban Lion Air JT 610 Jalani Trauma Healing di RS Polri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?