Basarnas: 49 Kantong Jenazah Lion Air Sudah Dikirim ke RS Polri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Basarnas melakukan pencarian korban serta puing pesawat pada hari kedua jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 30 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas Basarnas melakukan pencarian korban serta puing pesawat pada hari kedua jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Selasa, 30 Oktober 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan SAR Nasional kembali menyerahkan satu kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, ke Rumah Sakit Polri R Said Soekanto, Jakarta Timur.

    "Hari ini sudah ditemukan lagi satu kantong jenazah," kata Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Didi Hamzar saat ditemui di kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Oktober 2018.

    Baca: Identifikasi Korban Lion Air JT 610 di RS Polri Masih Nihil

    Didi menyebutkan sampai Rabu siang, total kantong jenazah yang telah dibawa ke RS Polri sebanyak 49 kantong jenazah. Menurut dia, jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah karena tim masih melakukan pencarian.

    Untuk pencarian hari ketiga, kata Didi, tim Basarnas menambah kekuatan dengan personil yang berjumlah lebih dari 1.000 orang. Sedangkan untuk peralatan pencarian dibantu dengan enam unit helikopter, empat kapal berkemampuan sonar dan 44 kapal

    Baca: Basarnas Perluas Areal Pencarian Badan Pesawat Lion Air

    Selain itu, kata Didi, wilayah pencarian telah diperluas menjadi 15 nauctical mile dari titik duga pesawat Lion Air JT 610 jatuh.

    Saat ini, Didi mengatakan tim sedang memastikan sebuah objek yang diperkirakan bangkai pesawat Lion Air. "Hari ini kami mendapatkan informasi dari masyarakat diperkirakan ada objek berukuran besar tidak jauh dari radius pesawat jatuh," ujarnya.

    Baca: KNKT Selidiki Sebab Lion Air JT 610 Sempat Minta Kembali ke Bandara Asal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.