PKS Ancam Matikan Mesin Partai untuk Prabowo, Aboebakar: Gimmick

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PKS Taufik Ridho didampingi Ketua DPP PKS Aboebakar AlHabsy (kanan) mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, (13/5). PKS melaporkan 10 penyidik KPK terkait penyitaan barang bukti mobil Luthfi Hasan Ishaq yang tidak sesuai prosedur. ANTARA/M Agung Rajasa

    Sekjen PKS Taufik Ridho didampingi Ketua DPP PKS Aboebakar AlHabsy (kanan) mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, (13/5). PKS melaporkan 10 penyidik KPK terkait penyitaan barang bukti mobil Luthfi Hasan Ishaq yang tidak sesuai prosedur. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera atau PKS Aboebakar Al-Habsyi mengatakan partainya tidak akan mematikan mesin partai dan tetap akan mendukung Prabowo Subianto dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019. Pernyataan itu merespons PKS DKI yang mengancam mematikan mesin politik jika mereka tak mendapatkan posisi wakil gubernur DKI.

    Baca juga: Anwar Ibrahim Kepleset Lidah Sebut Nama Prabowo

    Menurut Aboebakar, pernyataan PKS DKI itu menarik untuk digunakan sebagai gimmick politik untuk menyindir partai koalisinya yaitu Gerindra.

    "Biar sadar juga itu hamba-hamba Allah bahwa sesungguhnya kami ini bersama dan bekerja sama. Bukan bersama untuk kepentingan sendiri," ujar Aboebakar di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 30 Oktober 2018. Namun Aboebakar tak mengatakan siapa yang ia sebut sebagai hamba Allah itu.

    Aboebakar kembali menegaskan, ia dan partainya tidak berniat untuk mematikan mesin partai. Namun, memang hal itu menjadi perhatian dari dalam tubuh PKS. "Banyak suara dari bawah," kata dia. Tapi ia memaklumi hal itu.

    Ia pun mengatakan yang dapat mengambil kebijakan tetap dari pimpinan. Hal yang penting menurutnya, adalah bagaimana para pimpinan tetap mengayomi dan memberi kebijakan yang lebih positif.

    Sebelumnya Prabowo Subianto sempat menyebut akan menyerahkan soal posisi wakil gubernur DKI Jakarta, kepada Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M.Taufik. Posisi ini hingga sekarang memang masih kosong, setelah ditinggalkan Sandiaga Uno maju sebagai Calon Wakil Presiden.

    Baca juga:  Prabowo Bertemu Tokoh Lintas Agama, Bicara Soal Kebhinekaan

    Merespons itu Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi mempertanyakan hal ini, dan mengatakan mesin partainya terancam mati bila kadernya kecewa.

    Namun Aboebakar menilai, Prabowo adalah calon presiden yang bijak. Menurutnya ia dapat membagi komposisi yang sesuai bagi PKS maupun Gerindra. "Rasanya Gerindra sudah cukup mendapat pos-pos yang cukup kami hargai dan hormati. Semoga ada penghargaan untuk PKS dalam posisi di DKI," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.