Fahri Hamzah Sebut akan Ada Rapim DPR Bahas Taufik Kurniawan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengatakan akan mengadakan rapat pimpinan DPR untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan menanggapi ditetapkannya kawan sesama pimpinan DPR, Taufik Kurniawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

    Ia mengatakan akan mencoba untuk menerapkan asas praduga tidak bersalah atas kawannya itu. "Setelah rapat paripurna kami akan mengadakan rapim untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Tapi dengan prinsip praduga tak bersalah kami juga akan mencoba untuk bertemu dulu dengn pak Taufik," ujar Fahri di Media Center, DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Oktober 2018.

    Baca: KPK Duga Suap Taufik Kurniawan Diberikan di Ruangan Hotel Khusus

    Menurut Fahri, ada empat mekanisme dalam penggantian pimpinan DPR. Pertama, apabila yang bersangkutan meninggal. Kedua, apabila negara dalam perspektif hukum memanggilnya dan ditentukan apabila statusnya sudah dinyatakan sebagai terdakwa. Ketiga, apabila secara etik DPR menghukum yang bersangkutan. Keempat, apabila dirinya mengundurkan diri dari posisinya. "Apabila hal ini terjadi barulah pimpinan DPR dapat digantikan," ujarnya.

    Ia pun mengatakan dirinya masih menunggu proses pemeriksaan dan menunggu pemberitahuan resmi tentang status dari Taufik. "Kami masih menunggu karena ini proses yang belum selesai," kata dia.

    KPK telah menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka suap terkait dengan perolehan anggaran dana alokasi khusus (DAK) fisik pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 untuk Kabupaten Kebumen. KPK menduga Taufik menerima Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen nonaktif M Yahya Fuad.

    Baca: Ada Kode Satu Ton dalam Suap Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan setelah dilantik menjadi Bupati Kebumen M Yahya Fuad melakukan pendekatan terhadap anggota DPR, termasuk Taufik. Taufik Kurniawan merupakan anggota DPR hasil Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen.

    Fahri mengaku sudah beberapa bulan ini tidak melihat Taufik Kurniawan di Komplek Parlemen. Menurut dia, sudah sejak akhir masa sidang yang lalu atau sekitar bulan Agustus, Taufik jarang terlihat. Ia pun mengatakan Taufik tidak pernah aktif di grup aplikasi berkirim pesan WhatsApp pimpinan DPR. Ia pun menyatakan rasa prihatin terhadap sahabatnya itu.

    Baca: Fahri Hamzah Sebut Taufik Kurniawan Lama Tak Terlihat di DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.