Fahri Hamzah Sebut Taufik Kurniawan Lama Tak Terlihat di DPR

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo bergandeng tangan dengan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Agus Hermanto dan Fahri Hamzah seusai pelantikan Ketua DPR yang baru dalam rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, 15 Januari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    Ketua DPR Bambang Soesatyo bergandeng tangan dengan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, Agus Hermanto dan Fahri Hamzah seusai pelantikan Ketua DPR yang baru dalam rapat paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, 15 Januari 2018. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fahri Hamzah, mengaku sudah beberapa bulan ini tidak melihat rekannya sesama pimpinan DPR, Taufik Kurniawan di Komplek Parlemen. Menurutnya sudah sejak akhir masa sidang yang lalu, atau sekitar bulan Agustus, Taufik jarang terlihat. Ia pun mengatakan Taufik tidak pernah aktif di grup WhatsApp pimpinan DPR.

    Baca juga: Taufik Kurniawan Dicegah KPK Terkait Kasus Korupsi di Kebumen

    “Belakangan beliau agak jarang ke kantor, mungkin memenuhi proses hukum ya. Sehingga agak jarang ada di kantor belakangan beberapa bulan ini,” kata Fahri di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 30 Oktober 2018.

    Fahri Hamzah mengungkapkan rasa prihatin terhadap penetapan sahabatnya itu sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Ia berharap penetapan status tersangka ini atas Taufik ini, tetap bisa dipandang dengan aturan azas praduga tak bersalah. Ia pun mengatakan sebagai pimpinan DPR akan menunggu pemberitahuan resmi tentang status Taufik. Ia pun mengaku akan merundingkan ini dengan pimpinan DPR yang lain dalam rapat pimpinan yang menurutnya akan digelar besok, setelah rapat paripurna.

    “Kami juga akan mencoba berusaha bertemu dulu dengan pak Taufik. Untuk mendengarkan apa yang beliau akan lakukan, tentunya. Status dia sebagai ketua DPR tidak gugur oleh status tersangka,” tutur dia.

    Sore ini KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka suap terkait dengan perolehan anggaran dana alokasi khusus (DAK) fisik pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 untuk Kabupaten Kebumen. KPK menduga Taufik menerima Rp 3,65 miliar dari Bupati Kebumen nonaktif, Mohammad Yahya Fuad.

    Baca juga: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Dicekal KPK, Ini Kata Zulkifli

    Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan, setelah dilantik menjadi Bupati Kebumen, M. Yahya Fuad melakukan pendekatan terhadap anggota DPR, termasuk Taufik. Taufik Kurniawan merupakan anggota DPR hasil Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII, yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.