Tuti Tursilawati Video Call Ibunya 10 Hari Sebelum Eksekusi Mati

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, sedang beramah-tamah dengan para wartawan dalam acara buka puasa bersama, 26 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekarwati

    Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, sedang beramah-tamah dengan para wartawan dalam acara buka puasa bersama, 26 Mei 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekarwati

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan keluarga Tuti Tursilawati sempat kaget dengan eksekusi mati TKI asal Majalengka oleh pemerintah Arab Saudi pada Senin, 29 Oktober 2018.

    Sebab, kata Iqbal, 10 hari sebelum dieksekusi mati Tuti sempat berkomunikasi dengan ibunya, Iti Sarniti. "Mereka sempat menyatakan kekagetan karena baru tanggal 19 lalu, Tuti melakukan video call dengan ibunya," kata Iqbal di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

    Baca: TKI Tuti Tursilawati Terima Hukuman Mati Terberat Hadd Ghillah

    Dalam video call itu, kata Iqbal, Tuti mengatakan kondisinya sehat. Perempuan asal Majalengka itu juga tidak menyampaikan ada indikasi akan dilakukan eksekusi mati. Bahkan, sehari sebelum dieksekusi, Tuti juga berkomunikasi dengan pihak KJRI Jeddah dan menyampaikan keadaannya sehat.

    Kendati begitu, menurut Iqbal, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian Tuti. "Ibunya Tuti menegaskan kepada kami bahwa keluarga ikhlas menerima keputusan," ujarnya.

    Tuti Tursilawati dieksekusi mati pemerintah Arab Saudi pada Senin, 29 Oktober 2018 pukul 09.00 waktu Arab Saudi. Eksekusi mati itu dilakukan pemerintah Arab Saudi tanpa memberikan notifikasi resmi kepada pemerintah Indonesia. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pun telah melayangkan protes kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan Duta Besar Arab Saudi di Jakarta.

    Baca: Kronologi Kasus TKI Tuti Tursilawati hingga Dieksekusi Mati

    Eksekusi mati yang dialami Tuti Tursilawati menambah daftar para TKI yang dihukum mati pemerintah Arab Saudi tanpa pemberitahuan resmi kepada pemerintah Indonesia. Mereka antara lain Yanti Irianti, Ruyati, Siti Zaenab, Karni dan Muhammad Zaini Misrin.

    Tuti Tursilawati berangkat ke Arab Saudi pada 2009. Tujuannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Tuti bekerja sebagai penjaga lansia pada sebuah keluarga di Kota Thaif. Pada 2010 Tuti didakwa membunuh majikannya, Suud Malhaq al-Utibi.

    Dari penjelasan yang diterima pihak keluarga, tindakan pembunuhan yang dilakukan Tuti kepada majikannya merupakan upaya pembelaan diri. Ini dikarenakan dirinya sering menerima tindakan kekerasan, termasuk ancaman pemerkosaan.

    Baca: Migrant Care: Arab Saudi Eksekusi Mati Tuti Tanpa Pemberitahuan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.