Kamis, 15 November 2018

Sosok Prawoto yang Sempat Disebut Anwar Ibrahim Jadi Prabowo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan testimoni dalam acara penganugerahan gelar Doktor Kehormatan Bidang Pendidikan Politik  kepada Anwar Ibrahim dari Universitas Negeri Padang  di Gedung Auditorium Universitas Negeri Padang, Senin, 29 Oktober 2018.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan testimoni dalam acara penganugerahan gelar Doktor Kehormatan Bidang Pendidikan Politik kepada Anwar Ibrahim dari Universitas Negeri Padang di Gedung Auditorium Universitas Negeri Padang, Senin, 29 Oktober 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim terpeleset lidah saat menyebut nama Prabowo dalam pidatonya. Anwar berpidato ketika menerima gelar doktor kehormatan Honoris Causa dari Universitas Negeri Padang, Senin, 29 Oktober 2018.

    Simak: Anwar Ibrahim Kepleset Lidah Sebut Nama Prabowo

    "Banyak pimpinan politik hebat di Indonesia, mulai dari Bung Karno, Bung Hatta, Natsir, Prabowo,...maaf Prawoto. Ini panggung sains, ya, saya juga baru ke Istana Bogor menemui Presiden Jokowi. Agar adil, saya ucapkan keduanya," kata Anwar yang disambut tawa hadirin di Auditorium Universitas Negeri Padang di Padang.

    Anwar langsung mengoreksi kesalahan penyebutan nama Prawoto, yang ia sebut Prabowo. Ia juga spontan menyebutkan nama Presiden Jokowi agar "berimbang".

    Lantas siapa Prawoto yang dimaksud oleh Anwar Ibrahim?

    Prawoto memiliki nama lengkap Prawoto Mangkusasmito, seorang aktivis Islam Indonesia sekaligus Wakil Perdana Menteri Indonesia kesembilan. Pria kelahiran Magelang, 4 Januari 1910 ini merupakan Ketua Umum Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) yang terakhir. Prawoto terpilih sebagai ketua Masyumi dalam Muktamar IX di Yogyakarta tahun 1959.

    Prawoto termasuk orang yang menentang ide Demokrasi Terpimpipn ala Soekarno. Dalam beberapa tulisannya, Prawoto menyebut demokrasi terpimpin akan memunculkan "mahapemimpin" yang jauh dari konsep demokrasi. Dengan ide tersebut, Prawoto khawatir kekuasaan akan melampaui hukum.

    Ditahan rezim Soekarno setelah Masyumi bubar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.