150 Keluarga Penumpang Lion Air Sudah Serahkan Data ke RS Polri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim Basarnas bersiap-siap melakukan pencarian korban dan bangkai pesawat Lion Air JT 610  di posko bayangan Pantai Pakis Jaya, Desa Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, di Tanjung Karawang, Selasa, 30 Oktober 2018.  Pesawat Lion Air JT 610 jatuh dan tengggelam di perairan Tanjung Karawang setelah 13 menit mengudara. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Anggota tim Basarnas bersiap-siap melakukan pencarian korban dan bangkai pesawat Lion Air JT 610 di posko bayangan Pantai Pakis Jaya, Desa Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, di Tanjung Karawang, Selasa, 30 Oktober 2018. Pesawat Lion Air JT 610 jatuh dan tengggelam di perairan Tanjung Karawang setelah 13 menit mengudara. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri mengatakan tim identifikasi Rumah Sakit Bhayangkara Said Sukanto atau RS Polri Kramatjati sudah ada 151 keluarga yang menyerahkan data untuk identifikasi penumpang pesawat Lion Air JT 610.

    Baca: Basarnas Libatkan Nelayan Cari Lion Air JT 610

    "Sampai pagi ini sudah 151 keluarga," ujar Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Ari Dono, saat ditemui di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa 30 Oktober 2018.

    Ari menyebutkan ante mortem merupakan proses pencocokan data korban melalui ciri-ciri fisik dari keterangan keluarga korban seperti bekas luka atau tanda lahir.

    Selain itu, kata Ari, tim identifikasi juga akan mencocokkan DNA antara penumpang dengan keluarga. Menurut dia, untuk tes DNA ini harus dilakukan oleh orang tua atau anak dari korban.

    "Saya mengimbau agar pihak keluarga anak atau orang tua korban untuk datang ke RS Polri untuk tes DNA," kata dia.

    Hingga pagi ini, kata Ari, RS Polri sudah menerima 24 kantong jenazah. Ari mengatakan kantong jenazah tersebut berisi bagian tubuh yang tidak utuh. "Kemungkinan dalam boody pack itu terdapat beberapa jenazah," kata dia.

    Simak juga: Pramugari Lion Air JT 610 Alfiani Sering Curhat kepada Gurunya

    Kepala Rumah Sakit Polri Kramatjadi, Komisaris Besar Musyafak, mengatakan mereka menargetkan identifikasi korban Lion Air JT 610 akan memakan waktu empat sampai lima hari. "Paling cepat empat atau empat hari," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.