Kasus PLTU Riau-1, KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018. Idrus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka anggota DPR, Eni Maulani Saragih, terkait dengan kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka mantan Menteri Sosial, Idrus Marham, bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2018. Idrus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka anggota DPR, Eni Maulani Saragih, terkait dengan kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, Idrus Marham. "Perpanjangan masa penahanan IM selama 30 hari ke depan sejak 30 Oktober sampai dengan 28 November 2018," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Senin, 29 Oktober 2018.

    Mantan Menteri Sosial itu tampak hadir ke gedung KPK Senin siang. Idrus berujar kedatangannya untuk menandatangani berkas perpanjangan masa penahanan. "Cuma itu (perpanjangan penahanan) saja. Hanya tadi nunggu, salat dulu. Jadi tadi tanda tangan saja. Perpanjangan kedua. Jadi 20 (hari), 40 (hari), ini (perpanjangan kedua) 30 hari," kata Idrus.

    Baca: Dirut PLN Sofyan Basir Sebut Idrus Marham Minta 30 Mobil Jenazah

    Selain Idrus, dalam perkara dugaan suap ini KPK juga telah menetapkan Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Eni Maulani Saragih dan seorang pengusaha sekaligus salah satu pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

    KPK menduga Eni menerima suap total sebesar Rp 4,8 miliar yang merupakan komitmen fee 2,5 persen dari nilai kontrak proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt itu. Suap diberikan agar proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1 berjalan mulus.

    Dalam pengembangan kasus, KPK juga menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka. Idrus Marham diduga mengetahui dan menyetujui pemberian suap kepada Eni Maulani. Selain itu, Idrus juga diduga dijanjikan 1,5 juta dollar Amerika Serikat oleh Johannes Kotjo.

    Simak: Setya Novanto Disebut Pernah Tolak Idrus Marham di Proyek PLTU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.