Taufik Kurniawan Dicegah KPK, Amien Rais Temui Agus Rahardjo

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais menghadiri halalbihalal bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais menghadiri halalbihalal bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 4 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin siang, 29 Oktober 2018, sekitar pukul 13.55 WIB. Mengenakan baju koko berwarna putih dan peci berwarna hitam, Amien Rais langsung bergegas masuk ke dalam gedung.

    Amien enggan menjawab sejumlah pertanyaan dari para jurnalis ketika tiba. Ia hanya mengatakan akan menemui Ketua KPK.  "Mau ketemu Agus Rahardjo," ujar Amien singkat.

    Baca: Amien Rais Bakal Sambangi KPK Pertanyakan Cekal Taufik Kurniawan

    Sebelumnya, saat masih berada di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta Selatan, Amien berencana akan mempertanyakan pencekalan Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi atas permintaan KPK.

    Taufik Kurniawan dicegah bepergian ke luar negeri terkait penyidikan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Nama Wakil Ketua DPR ini disebut pada persidangan tipikor 2 Juli lalu. Terdakwa mantan Bupati Kebumen Yahya Fuad mengaku pernah bertemu dengan Taufik untuk membahas DAK Kabupaten Kebumen.

    Pertemuan itu terjadi di Semarang dan Jakarta. Bupati Yahya menjelaskan ada kewajiban sebesar lima persen yang harus diberikan jika DAK sebesar Rp 100 miliar itu cair. Uang fee diberikan dua kali melalui orang suruhan Taufik di Semarang dengan total pemberian uang mencapai Rp 3,7 miliar.

    Simak: Taufik Kurniawan Dicegah KPK Terkait Kasus Korupsi di Kebumen

    Pencekalan itu sudah dibenarkan oleh KPK. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkan telah mengirim surat pencekalan ke luar negeri kepada Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Taufik Kurniawan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi pada 26 Oktober 2018.

    "Perlu dipahami, pencegahan ke luar negeri tersebut dapat dilakukan terhadap saksi atau tersangka, dan menurut Pasal 12 UU KPK, dapat dilakukan di tahap penyelidikan, penyidikan atau penuntutan," ujar Basaria Panjaitan melalui pesan singkat, Senin, 29 Oktober 2018.

    Rencananya, KPK akan mengumumkan status Taufik Kurniawan pada sore ini. Pencegahan ke luar negeri terhadap Taufik, kata Basaria, terkait kepentingan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. "Agar clear, info tentang kepastian status hukum dan keterkaitan dalam kasus Kebumen seperti apa, akan kami sampaikan sore ini," kata Basaria.

    ANDITA RAHMA | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.