Rumah Sakit Indonesia Rusak, Jokowi Kecam Serangan Israel

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ledakan terlihat selama serangan udara Israel di Jalur Gaza selatan 27 Oktober 2018. Israel mengerahkan jet tempur, helikopter, dan pesawat nirawak untuk melakukan serangan udara ke

    Ledakan terlihat selama serangan udara Israel di Jalur Gaza selatan 27 Oktober 2018. Israel mengerahkan jet tempur, helikopter, dan pesawat nirawak untuk melakukan serangan udara ke "sekitar 80 target di sepanjang Jalur Gaza." REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengecam tindakan Israel yang kembali membombardir Palestina. Terlebih serangan yang berlangsung sejak kemarin turut merusak Rumah Sakit Indonesia yang ada di sana.

    Baca: Jokowi dan Ma'ruf Amin Melepas Jalan Sehat Santri di Sidoarjo

    "Ya kami tahu, rumah sakit itu rusak dan Indonesia mengecam, mengecam keras serangan Israel di tanggal 27 Oktober kemarin," kata Jokowi di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Ahad, 28 Oktober 2018.

    Jokowi menyampaikan komitmen Indonesia untuk mendukung Palestina memperjuangkan kemerdekaannya. "Enggak ada kata mundur untuk itu," ucapnya.

    Sebelumnya, Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Jalur Gaza pada Sabtu kemarin menjelang fajar. Serangan itu dilaporkan mengakibatkan kerusakan pada Rumah Sakit Indonesia.

    Baca: Jokowi Perintahkan Tim Suksesnya Kampanye Door to Door

    Menurut laporan kantor berita Reuters, militer Israel menyebutkan bahwa sebelumnya militan Hamas meluncurkan berbagai roket ke wilayah Israel, yang merupakan serangan terbesar kelompok Palestina itu sejak Agustus.

    Tak dilaporkan korban jiwa dalam baku serang itu, tapi sebuah rumah sakit yang dibangun Indonesia di Bayt Lahiya bagian utara Gaza mengalami kerusakan cukup berat akibat pemboman Israel ke kawasan sekitar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.