Kamis, 15 November 2018

3 Titik Kerusakan Parah Venue Jakabaring Akibat Disapu Angin

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu venue Jakabaring Sport City yang rusak akibat terjangan angin kencang di Palembang. Istimewa

    Salah satu venue Jakabaring Sport City yang rusak akibat terjangan angin kencang di Palembang. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerusakan sarana olahraga di Jakabaring, Palembang, akibat disapu angin kencang belum diketahui berapa kerugiannya. Sejumlah venue di kompleks olahraga Jakabaring Sport City dinyatakan berantakan. Atap sebuah venue tampak menganga.

    Baca: Venue Jakabaring Rusak Gara-gara Disapu Angin

    Bahkan bebarapa venue mengalami kerusakan parah akibat dihamtam hujan disertai angin kencang pada Sabtu siang, 27 Oktober 2018, sekitar pukul 14.00 WIB itu. "Atap venue dayung, akuatik, dan atletik terlepas. Terparah tiga venue ini," kata Rusli Nawi, penanggung jawab Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

    Atap tribun arena dayung Jakabaring Sport City (JSC) porak-poranda dilanda angin puting beliung, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu, 27 Oktober 2018. Sejumlah fasilitas arena yang ada di JSC rusak diterjang angin puting beliung. ANTARA

    Menurut Rusli, setelah melakukan pemantauan langsung tercatat tiga venue tersebut yang mengalami kerusakan parah. “Ini karena hujan disertai angin kencang sekitar satu jam, venue lain juga rusak, tetapi yang terparah tiga venue ini," kata Rusli.

    Selain, infrastruktur venue, sejumlah lampu jalan juga rubuh. Rusli mengaku belum menerima laporan adanya korban.  "Yang jelas kondisi terkini akan segera dilaporkan pengelola Jakabaring Sport City ke pemerintah," kata Rusli.

    Hujan disertai angin kencang, menurut  Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Beny Setiaji, disebabkan oleh terbentuknya awan cumulonimbus atau awan hitam pekat.

    Munculnya awan cumulonimbus, kata Beny, dipicu kondisi udara yang relatif hangat di sekitar pertumbuhan awan. Kondisi ini menyebabkan perbedaan tekanan yang sangat signifikan di kawasan tersebut. “Inilah munculnya angin kencang," kata Bambang.

    Cuaca ekstrim tersebut, Beny melanjutkan, juga didukung karakteristik permukaan topografi wilayah Jakabaring yang relatif rata dan sebagian besar merupakan lahan gambut.  Hal ini membuat pertumbahan awan hujan hitam pekat (cumulonimbus) pada wilayah ini lebih berpotensi dibandingkan wilayah lain.

    Benny menambahkan, BMKG sudah memperingatkan sebelumnya bahwa potensi hujan lebat dan angin kencang kemungkinan terjadi pada siang hingga sore hari. Tidak hanya di sekitar Jakabaring, tapi juga di tempat lain.  "Sangat mungkin terjadi pada musim peralihan seperti sekarang ini," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.