Polri Benarkan Adanya Pengibaran Bendera Hitam di Poso

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengibaran bendera Tauhid di Poso. youtube.com

    Pengibaran bendera Tauhid di Poso. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI membenarkan adanya peristiwa pengibaran bendera hitam di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dan Lapangan Sintuwu Maroso dalam aksi bela bendera tauhid. Peristiwa itu terjadi pada 26 Oktober sekitar pukul 13.30 WITA.

    Baca: Muhammadiyah: Hentikan Reaksi terhadap Pembakaran Bendera

    "Pada saat kegiatan penyampaian orasi di kantor DPRD Poso, salah satu peserta aksi secara spontan menurunkan bendera merah putih dan mengantinya dengan bendera kain hitam bertuliskan lailahaillallah. Begitupun di Lapangan Sintuwu Maroso," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui keterangan resmi, Sabtu, 27 Oktober 2018.

    Namun, selang beberapa menit, anggota keamanan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Kepolisian Resor Poso yang saat itu berada di halaman gedung DPRD Kabupaten Poso.

    Baca: Ancaman Hukuman Ringan, Tersangka Pengibar Bendera Tak Ditahan

    Mendengar adanya peristiwa itu, Kapolres Poso langsung memperingatkan massa untuk menurunkan bendera hitam tersebut. "Bendera pun langsung diturunkan oleh massa dan dinaikan kembali bendera merah putih," kata Dedi.

    Aksi itu viral setelah video pengibaran bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid ramai beredar di media sosial. Dedi pun memastikan saat ini situasi di Poso sudah aman dan kondusif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.