Majelis Wali Amanat Gagal Pilih Rektor Unpad Periode 2019-2024

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan sambutannya saat meresmikan pembukaan Diskusi Panel Indonesia Eximbank yang menjadi bagian dari Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Selasa 9 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ ICom/AM IMF-WBG/Wisnu Widiantoro

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Wali Amanat (MWA) gagal melakukan pemilihan rektor Universitas Padjadjaran atau Unpad 2019-2024, Sabtu, 27 Oktober 2018. Ketua MWA Unpad Rudiantara mengatakan, ada proses pemilihan rektor yang harus ditinjau ulang. "Waktu review prosedurnya selama dua minggu ke depan," katanya seusai sidang pleno MWA di Bandung, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Baca juga: Rektor Unpad Tersingkir dari Proses Pemilihan Rektor Baru

Sesuai agenda tahapan, pemilihan rektor baru Unpad dijadwalkan Sabtu 27 Oktober 2018. Namun dalam sidang pleno tertutup yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB hingga sore, majelis gagal memilih tiga calon rektor yang lolos. "Dalam rapat pleno ada dinamika, yang harus disikapi dengan kemungkinan perbaikan proses," kata Rudiantara.

Mundurnya waktu pemilihan rektor baru ini disebutnya bukan untuk mengulur waktu. Berdasarkan statuta Unpad, rektor baru harus sudah terpilih sebelum tiga bulan masa jabatan rektor lama habis pada 13 April 2019.

Rudiantara enggan menjelaskan rinci proses pemilihan apa saja atau dari tahap mana proses yang harus ditinjau ulang. Dia hanya memisalkan soal pengaduan publik terhadap calon rektor yang lolos tapi belum ada mekanisme prosedurnya di Majelis Wali Amanat. Menurutnya pengaduan itu perlu ditanggapi.

Rudiantara juga mengatakan, keputusan MWA Unpad itu bukan karena adanya pengaduan pihak luar soal calon rektor. "Tapi karena proses (pemilihan rektor) yang harus transparan," ujarnya. Dia juga memastikan proses pemilihan rektor Unpad tidak akan diulang dari nol lagi. "Delapan calon dulu sudah memadai," katanya.

Sebelumnya, Ombudsman RI menyatakan ada maladministrasi dalam pemilihan Rektor Unpad periode 2019-2024. "Kami menemukan adanya maladministrasi oleh salah satu calon rektor," kata Komisioner Ombudsman Ahmad Suadi, Kamis 25 Oktober 2018.

Suadi mengatakan Dekan FISIP Unpad telah melakukan maladministrasi berupa penyimpangan prosedur dalam pelaksanaan pendataan ulang pegawai atas nama Profesor Obsatar Sinaga, yang menjadi salah satu calon rektor.

Menurut Suadi, calon tersebut telah melakukan perubahan data kepegawaian. Namun Dekan tak melakukan perubahan data sebagaimana diamanatkan. "Ini harus ditinjau kembali oleh Majelis Wali Amanat," kata dia.

Baca juga: 8 Kandidat Bersaing di Pemilihan Rektor Unpad

Adapun tiga calon rektor baru Unpad periode 2019-2024 itu adalah Aldrin Herwany dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kemudian Atip Latipulhayat dari Fakultas Hukum,
lalu Obsatar Sinaga. Ketiganya terlebih dulu menyampaikan gagasannya dalam Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat di di gedung Magister Manajemen Unpad Bandung.

Sidang pleno terbuka ini dipimpin langsung ketua MWA Unpad Rudiantara. Seorang calon rektor, Atip Latipulhayat menilai bagus upaya koreksi prosedural pemilihan yang diminta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. "Saya tidak tahu detilnya, hanya mendengarkan saja seperti itu," ujarnya. Bakal calon yang akan dipilih katanya tetap tiga nama itu.

AQIB SOFWANDI






Gempa Cianjur, 80 Mahasiswa Kedokteran Gigi Unpad Bantu Identifikasi Jenazah Korban

3 hari lalu

Gempa Cianjur, 80 Mahasiswa Kedokteran Gigi Unpad Bantu Identifikasi Jenazah Korban

Tim Forensik Odontologi FKG Unpad turun membantu tim Disaster Victim Identification (DVI) mengidentifikasi jenazah korban Gempa Cianjur.


Permudah Identifikasi Jenazah, Dosen Unpad Usulkan KTP Warga Disertai Data Gigi

3 hari lalu

Permudah Identifikasi Jenazah, Dosen Unpad Usulkan KTP Warga Disertai Data Gigi

Untuk memudahkan proses identifikasi jenazah, Fahmi Oscandar dari Unpad mengusulkan kartu tanda penduduk yang dilengkapi data gigi selain retina mata.


Profil Ferry Mursyidan Baldan, Mantan Menteri Agraria yang Meninggal Dunia Siang Ini

3 hari lalu

Profil Ferry Mursyidan Baldan, Mantan Menteri Agraria yang Meninggal Dunia Siang Ini

Ferry Mursyidan Baldan sempat menjabat sejumlah jabatan politik. Dari Ketua Umum PB HMI hingga Menteri ATR.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Update Gempa Susulan di Cianjur

6 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Update Gempa Susulan di Cianjur

Hanya berita Sony yang akan memasok sensor gambar untuk iPhone 2023 yang berasal dari luar gempa Cianjur.


Unpad Salurkan Sumbangan Rp 171 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

9 hari lalu

Unpad Salurkan Sumbangan Rp 171 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

Donasi dari Unpad senilai Rp171.917.590 itu disalurkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur.


Unpad dan Iran Jalin Kerja Sama Nanoteknologi, Ini Manfaatnya

11 hari lalu

Unpad dan Iran Jalin Kerja Sama Nanoteknologi, Ini Manfaatnya

Universitas Padjadjaran (Unpad) menjalin kerja sama dengan Iran Nanotechnology Initiative Council (INIC).


Benarkah Sesar Cimandiri Pemicu Gempa Cianjur? Ini Kata Ahli dari Unpad

12 hari lalu

Benarkah Sesar Cimandiri Pemicu Gempa Cianjur? Ini Kata Ahli dari Unpad

Ahli dari Unpad meragukan bahwa penyebab gempa Cianjur berkekuatan magnitudo 5,6 dipicu pergerakan Sesar Cimandiri.


Dosen Unpad Teliti Serat Rami Jadi Bahan Tekstil Tahan Api

18 hari lalu

Dosen Unpad Teliti Serat Rami Jadi Bahan Tekstil Tahan Api

Peta jalan penelitian serat rami oleh dosen Unpad ini panjang dan benar-benar menguji coba sistem pabrikasi dari hulu sampai hilir.


Unpad Kenalkan Permainan Tradisional Perepet Jengkol kepada Mahasiswa Asing di Jabar

21 hari lalu

Unpad Kenalkan Permainan Tradisional Perepet Jengkol kepada Mahasiswa Asing di Jabar

Universitas Padjadjaran (Unpad) memperkenalkan mahasiswa asing aneka olahraga dan permainan tradisional Jawa Barat.


Mahasiswi Unpad yang Wafat Diwisuda, Jalani Yudisium dengan Sakit Berat

23 hari lalu

Mahasiswi Unpad yang Wafat Diwisuda, Jalani Yudisium dengan Sakit Berat

Rektor Rina Indiastuti mewisuda dua lulusan Unpad yang telah wafat, yaitu Raesya Putri dan Nurulita Fitri Qurnia.