Hoax Pemanggilan Tito Karnavian, Ketua DPR: Konspirasi Politik

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) saat berkunjung ke Redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) saat berkunjung ke Redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengatakan hoax surat pemanggilan kepada Kapolri Jenderal  Tito Karnavian oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK merupakan konspirasi di tahun politik untuk membuat suasana gaduh. "Memang ada upaya-upaya di tahun politik ini yang membuat suasana gaduh, teori konspirasi itu membuat suasana panas," kata ujar Bambang di Gedung Nusantara III, Kantor DPR, Jakarta Pusat, Jumat 26 Oktober 2018.

    Sebelumnya beredar selembar surat di grup percakapan WhatsApp pada Jumat pagi, 26 Oktober 2018 yang mengatasnamakan KPK. Dalam surat itu KPK memanggil Tito Karnavian untuk diperiksa sebagai tersangka korupsi yang dilakukan oleh petinggi CV Sumber Laut. Tulisan tersangka dalam surat tersebut sengaja ditebalkan.

    Baca: Beredar Surat Tito Karnavian Tersangka, KPK: Itu Tidak Benar

    Masih dalam surat itu, KPK meminta Tito datang pada Jumat, 2 November 2018 pukul 10.00 WIB. KPK disebut menjerat Tito dengan Pasal 12 huruf a soal gratifikasi. Anehnya, bagian tanggal surat ditulis bukan Jumat, 26 Oktober, melainkan Senin, 29 Oktober 2018.

    Bambang  meminta polisi untuk mengusut tuntas masalah itu. Menurut Bamsoet
    sapaan akrab Bambang, ia sudah mendapatkan surat itu via WhatsApp dan langsung tahu kalau surat itu palsu. Ia percaya baik kepolisian maupun Badan Intelejen Negara (BIN) sudah punya teknologi yang mumpuni untuk menelusuri ujung dari pesan berantai palsu ini. Ia pun mengatakan akan menyerahkan kepada mereka untuk mengusutnya.

    Simak: Polisi Buru Pembuat Hoax KPK Periksa Kapolri Sebagai Tersangka

    "Saya minta ini diusut tuntas karena ini menimbulkan keresahan dan pencemaran nama baik bagi yang bersangkutan. Menurut saya kita punya teknologi yang cukup canggih, kepolisian punya untuk menelusuri ujungnya di mana," ujar dia.

    Saat ini kasus ini sedang diusut oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Polisi bakal memburu pelaku yang membuat dan menyebarkan surat panggilan hoax pada Tito Karnavian di media sosial dan Whatsapp.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.