Tes CPNS di Yogyakarta Ditunda Gara-gara Laptop Belum Siap

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta duduk di ruang tunggu sebelum mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Gedung Serbaguna Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Jumat, 26 Oktober 2018. Ujian CPNS di Jember diikuti lebih dari 22.000 peserta dari lima kabupaten dan kota di Jatim dan ujian di hari pertama ini tertunda dari jadwal pukul 08.00 WIB menjadi 14.00 WIB karena gangguan teknis jaringan internet. ANTARA

    Peserta duduk di ruang tunggu sebelum mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Gedung Serbaguna Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Jumat, 26 Oktober 2018. Ujian CPNS di Jember diikuti lebih dari 22.000 peserta dari lima kabupaten dan kota di Jatim dan ujian di hari pertama ini tertunda dari jadwal pukul 08.00 WIB menjadi 14.00 WIB karena gangguan teknis jaringan internet. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Tes (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sebelumnya dijadwalkan pada Jumat, 26 Oktober 2018, terpaksa ditunda. Penyebabnya, perangkat untuk tes CPNS, yakni laptop bagi peserta belum siap.

    Baca: Kemenpan RB: Pengamanan Soal Tes CPNS 2018 Berlapis

    Kondisi ini menyebabkan sekitar 2.000 peserta yang seharusnya mengikuti tes di Gedung Graha Wana Bhakti Yasa Jalan Kenari Kota Yogyakarta kecewa. Rahayu, peserta tes CPNS asal Kulon Progo, mengaku kecewa karena sudah mempersiapkan diri untuk tes hari ini. Perempuan berusia 22 tahun ini pun pasrah menunggu keputusan dari panitia penyelenggara tes CPNS.

    "Semoga hal-hal teknis, seperti ini tidak terulang lagi," ujar perempuan yang mendaftar untuk posisi guru di Kabupaten Gunungkidul itu.

    Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DIY, Agus Supriyanto menjelaskan kedala tes ini adalah perangkat laptop bagi peserta tidak sesuai dengan yang diharapkan dan jumlahnya pun kurang. Dari 650 unit yang dibutuhkan hanya tersedia 240 unit.

    Selain itu, menurut Agus, kendala yang dihadapi adalah jaringan untuk menyambungkan tes di Yogyakarta dengan pusat tidak terkoneksi. Hal ini diduga karena waktu persiapan dalam menata perangkat mepet.

    Baca: Beda Sistem Penilaian untuk Disabilitas dalam Tes CPNS

    “Laptop baru datang sekitar jam 03.10 WIB pagi, jaringan (internet) pun belum terkoneksi dengan pusat,” ujarnya.

    Agus menyampaikan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari pusat terkait kendala tersebut. Sebab, pelaksanaan tes CPNS ini merupakan kewenangan dari pusat. Pemerintah daerah hanya berkewajiban menyediakan tempat. "Kami masih mengkoordinasikan persoalan ini dengan pusat, BKN (Badan Kepegawaian Nasional)," ujarnya.

    Secara keseluruhan, total pendaftar CPNS di lingkungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 20.759 orang pelamar. Namun, sekitar empat ribu pelamar tidak memenuhi syarat, sehingga hanya 16 ribu yang mengikuti tes.

    "Untuk hari pertama ini jatahnya ada dua ribu peserta tes yang dibagi dalam tiga sesi, tes ini akan berlangsung sampai tanggal 11 November," ujarnya.

    Baca: Atlet Disabilitas Asian Para Games 2018 Juga Ikuti Tes CPNS

    Agus pun menyesalkan pembatalan tes seleksi CPNS hari ini. "Kalau bisa, persiapan untuk seleksi dilakukan jauh hari, seperti dua hari sebelumnya. Bukan siang tes, baru disiapkan pagi harinya. Kalau daerah kan sudah siap jauh hari tempatnya," ujarnya.

    Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi menuturkan persoalan tes seleksi CPNS ini merupakan kendala teknis di luar kendali pemerintah daerah. "Ini di luar kemampuan kami, kami sudah siapkan tempat, semuanya, namun ternyara ada kendala teknis. Kami menunggu pengumuman resmi dari pusat dulu soal ini, baru kami bergerak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.