BNPB Bandingkan Bencana 2007-2018, Ini yang Terbesar Korbannya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah alat berat merorobohkan sisa-sisa banguna dan meratakannya dengan tanah di area bekas likuifaksi di Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu 24 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    Sebuah alat berat merorobohkan sisa-sisa banguna dan meratakannya dengan tanah di area bekas likuifaksi di Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu 24 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Sutopo Purwo mengatakan jumlah korban meninggal dunia dan hilang akibat bencana pada 2018 terbesar sejak 2007. Jumlah kejadian bencana diperkirakan hampir sama dengan jumlah bencana tahun 2016 dan 2017, yaitu 2.306 dan 2.391 kejadian.

    "Dampak yang ditimbulkan akibat bencana pada 2018 sangat besar." Sutopo menyampaikannya dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Oktober 2018.

    Baca:Lima Poin Hasil Rapat Kabinet Jokowi tentang ...

    Selama 2007 hingga 2018, kata Sutopo kejadian bencana besar yang menimbulkan banyak korban adalah pada tahun 2009, 2010 dan 2018. Pada 2009 tercatat 1.245 kejadian bencana. Gempa cukup besar di Jawa Barat dan gempa di Sumatera Barat juga terjadi pada masa itu. Dampak bencana selama 2009 adalah 1.767 orang meninggal dunia dan hilang, 5.160 orang luka-luka, dan 5,53 juta orang mengungsi dan terdampak bencana.

    Pada tahun 2010, ujar Sutopo, tercatat 1.944 kejadian bencana. Beberapa kejadian besar terjadi secara beruntun selama 2010 yaitu banjir bandang Wasior, tsunami Mentawai, erupsi Gunung Merapi, dan erupsi Gunung Bromo. Menurut dia, dampak yang ditimbulkan bencana selama 2010 adalah 1.907 orang meninggal dunia dan hilang, 35.730 orang luka-luka dan 1,66 juta orang mengungsi dan terdampak bencana.

    Baca: Begini Cara Mengenali Hoax Bencana Alam ...

    Selama 2018 ini, bencana hidrometeorologi tetap dominan. Angin ribut terjadi 605 kali, banjir 506, kebakaran hutan dan lahan 353, longsor 319, erupsi gunung api 55, gelombang pasang dan abrasi 33 kali. “Gempa bumi yang merusak 17, dan tsunami satu kali."

    Sutopo mengatakan gempa bumi yang merusak dan tsunami memang jarang terjadi. Namun, menurut dia, saat terjadi gempa bumi yang merusak seringkali menimbulkan korban jiwa dan kerugian ekonomi yang besar.

    Simak: Seto Mulyadi: Trauma Bencana Berdampak ...

    Sutopo juga mengatakan dari Januari hingga 24 September 2018 tercatat 1.999 kejadian bencana di Indonesia. Menurut Sutopo jumlah ini akan terus bertambah hingga akhir 2018. "Dampak yang ditimbulkan bencana sangat besar," kata Sutopo.

    Dari bencana yang terjadi tahun ini, terdapat 3.548 orang meninggal dunia dan hilang, 13.112 orang luka-luka, 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana, 339.969 rumah rusak berat, 7.810 rumah rusak sedang, 20.608 rumah rusak ringan, dan ribuan fasilitas umum rusak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.