BNPB: 1.999 Bencana di Indonesia Terjadi hingga September 2018

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota tim SAR Korea Selatan berusaha mengevakuasi korban gempa bumi yang tertimbun reruntuhan gedung Restoran Dunia Baru di Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 22 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    Sejumlah anggota tim SAR Korea Selatan berusaha mengevakuasi korban gempa bumi yang tertimbun reruntuhan gedung Restoran Dunia Baru di Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 22 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan dari Januari hingga 24 September 2018 tercatat ada 1.999 kejadian bencana di Indonesia. Menurut Sutopo jumlah ini akan terus bertambah hingga akhir 2018 mendatang.

    Baca: BNPB: Kerugian Akibat Bencana di Sulawesi Tengah Rp 13,82 T

    "Dampak yang ditimbulkan bencana sangat besar," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Oktober 2018.

    Sutopo mengatakan dari bencana yang terjadi tahun ini, terdapat 3.548 orang meninggal dunia dan hilang; 13.112 orang luka-luka; 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana; 339.969 rumah rusak berat; 7.810 rumah rusak sedang; 20.608 rumah rusak ringan; dan ribuan fasilitas umum rusak.

    Sutopo mengatakan Indonesia adalah negara yang rawan bencana. Menurut Dia berbagai bencana selalu menyertai setiap tahun. Sutopo melihat tren bencana juga cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

    "Tingginya bahaya bencana, seperti gempa, tsunami, erupsi gunung api, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, puting beliung, dan cuaca ekstrem, juga masih tingginya kerentanan dan masih rendahnya kapasitas menyebabkan tingginya risiko bencana," ujar Sutopo.

    Baca: Jumlah Korban Tewas Terkini Gempa dan Tsunami Palu 2.113 Orang

    Menurut dia, bencana adalah multidisiplin, multisektor, multidimensi dan multikompleks yang satu sama lain saling berkaitan sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan.

    Selama tahun 2018, kata Sutopo, terdapat beberapa bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian cukup besar, yaitu banjir bandang di Lampung Tengah pada 26 Februari yang menyebabkan 7 orang meninggal dunia. Bencana longsor di Brebes, Jawa Tengah, pada 22 Februari yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan 7 orang hilang. Banjir bandang di Mandailing Natal pada 12 Oktober 2018 menyebabkan 17 orang meninggal dunia dan 2 orang hilang.

    Juga, menurut Sutopo, gempa bumi beruntun di Lombok dan Sumbawa pada 29 Juli, 5 Agustus, dan 19 Agustus menyebabkan 564 orang meninggal dunia dan 445.343 orang mengungsi.

    "Bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 menyebabkan 2.081 orang meninggal dunia, 1.309 orang hilang dan 206.219 orang mengungsi," ujar Sutopo.

    Saat ini, menurut Sutopo wilayah Indonesia akan memasuki musim penghujan. Sutopo memperkirakan banjir, longsor dan puting beliung akan banyak terjadi selama musim penghujan. Dia mengatakan gempa bumi tidak dapat diprediksi secara pasti. Sutopo melihat rata-rata dalam setahun terjadi 5-6 ribu kali gempa.

    "Gempa bumi dapat terjadi kapan saja terutama di daerah-daerah rawan gempa.
    Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Kenali bahayanya dan kurangi risikonya," ujar Sutopo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.