Minggu, 18 November 2018

BNPB Sebut Kerugian Gempa NTB dan Sulawesi Tengah Rp 30,9 Triliun

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu bersama anaknya menyaksikan sisa-sisa reruntuhan rumahnya yang akan diratakan dengan tanah di area bekas likuifaksi di Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu 24 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    Seorang ibu bersama anaknya menyaksikan sisa-sisa reruntuhan rumahnya yang akan diratakan dengan tanah di area bekas likuifaksi di Kelurahan Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu 24 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan kerugian ekonomi yang ditimbulkan bencana dari Januari hingga 24 September 2018 cukup besar.

    Baca: BNPB: 8 dari 10 Daerah Bali Baru Rawan Gempa

    "Sebagai gambaran, gempa bumi di Lombok dan Sumbawa menimbulkan kerusakan dan kerugian Rp 17,13 triliun. Begitu juga gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah menyebabkan kerugian dan kerusakan lebih dari Rp 13,82 triliun," kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Oktober 2018. Sutopo memperkirakan nilai kerugian masih akan bertambah dari nilai tersebut.

    Menurut dia, statistik bencana makin menunjukkan bahwa Indonesia rawan bencana. Sutopo mengatakan secara umum tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana-bencana besar belum siap.

    Dia menilai mitigasi bencana, kesiapsiagaan menghadapi bencana, dan pengurangan risiko bencana masih perlu terus ditingkatkan. Pengurangan risiko bencana, kata Sutopo, harus dimaknai sebagai investasi pembangunan nasional. "Tanpa itu maka dampak bencana akan selalu menimbulkan korban jiwa besar, kerugian ekonomi yang besar," ujar Sutopo.

    Baca: BNPB: Kerugian Akibat Bencana di Sulawesi Tengah Rp 13,82 T

    Sutopo juga mengatakan dari Januari hingga 24 September 2018 tercatat 1.999 kejadian bencana di Indonesia. Menurut Sutopo jumlah ini akan terus bertambah hingga akhir 2018 mendatang. "Dampak yang ditimbulkan bencana sangat besar," kata Sutopo.

    Sutopo mengatakan dari bencana yang terjadi tahun ini, terdapat 3.548 orang meninggal dunia dan hilang; 13.112 orang luka-luka; 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana; 339.969 rumah rusak berat; 7.810 rumah rusak sedang; 20.608 rumah rusak ringan, dan ribuan fasilitas umum rusak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.