Sofyan Basir Bantah Terima Janji Suap dari Proyek PLTU Riau-1

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 28 September 2018. ANTARA

    Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 28 September 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT PLN Sofyan Basir membantah dirinya menerima janji suap dari proyek pembangunan PLTU Riau-1. Dia mengaku tidak mengetahui ada suap dalam proyek tersebut.

    Baca: Sofyan Basir Sebut Setya Novanto Pernah Melobi Soal Proyek

    "Tidak, tidak, jujur kami enggak diarahkan atau berencana untuk fee-fee itu enggak ada," kata Sofyan saat bersaksi dalam sidang perkara suap proyek PLTU Riau-1, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. Duduk sebagai terdakwa dalam sidang itu eks pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd, Johanes Budisutrisno Kotjo.

    Sofyan mengakui memang pernah beberapa kali bertemu dengan Eni Maulani Saragih yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Energi DPR dan Kotjo untuk membahas proyek PLTU Riau. Namun, dia mengatakan tidak pernah mendengar adanya janji pemberian fee dalam proyek tersebut. "Sungguh tidak pernah," kata dia.

    Dalam sidang sebelumnya, Eni Saragih mengatakan Sofyan Basir akan mendapatkan fee dari Kotjo, selaku penggarap proyek PLTU Riau-1. Eni mengatakan Sofyan akan mendapat rezeki paling besar dari proyek itu. “Pak Sofyan dapat yang paling the best-lah, paling banyak,” kata Eni.

    Baca: Eni Saragih Ungkap Pertemuanya dengan Dirut PLN Sofyan Basir

    Eni mengatakan pembahasan mengenai rezeki dari PLTU Riau-1 itu terjadi di Hotel Fairmont, Jakarta pada 3 Juli 2018. Menurut Eni, pertemuan itu membahas finalisasi proyek PLTU Riau-1 yang rencananya akan digarap konsorsium, yang salah satu anggotanya adalah Blackgold.

    Menurut Eni, Sofyan kemudian meminta bila ada rezeki dari proyek PLTU Riau-1 akan dibagi sama rata antara mereka bertiga. “Pak Sofyan bilang enggaklah, dia sampaikan pada saat itu: ya sudah nanti kita bagi bertiga yang sama,” kata Eni.

    Dalam perkara ini, KPK mendakwa Kotjo memberikan suap Rp 4,75 miliar kepada Eni Saragih dan politikus Golkar Idrus Marham untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-1. Menurut jaksa, Eni beberapa kali memfasilitasi pertemuan antara Kotjo dan Direksi PLN termasuk Sofyan Basir untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.