Resmikan Bandara APT Pranoto, Jokowi Beri PR Menteri Perhubungan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tiga dari kiri) didampingi tiga menteri dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dua dari kanan) meninjau fasilitas umum di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi (tiga dari kiri) didampingi tiga menteri dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dua dari kanan) meninjau fasilitas umum di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Samarinda - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kota Samarinda, dan Bandara Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

    Baca: Jokowi Curhat: Kalau Bagus Diem, Kalau Salah Demonya Tiga Bulan

    Jokowi mengatakan pembangunan Bandar Udara APT Pranoto merupakan inisiatif pemerintah daerah. "Pemerintah pusat hanya mendorong sedikit anggarannya. Dan ini akan saya pakai untuk contoh agar daerah lain mencontoh apa yang sudah dikerjakan Provinsi Kalimantan Timur," kata Jokowi di halaman Bandar Udara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 25 Oktober 2018.

    Meski menyambut baik rampungnya pembangunan, Jokowi mengatakan masih punya dua permintaan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Permintaan pertama, Jokowi ingin agar luas gedung terminal diperbesar dari 12 ribu meter persegi menjadi 36 ribu meter persegi dalam waktu 3 tahun.

    "Terserah anggaran dari APBN, APBD, atau anggaran Angkasa Pura, silakan. Karena penumpang di sini sekarang 1,5 juta per tahun. Tapi memiliki potensi sampai 5 juta penumpang per tahun. Oleh sebab itu, tidak mungkin terminal cukup. Harus diantisipasi dan segera bisa kita siapkan untuk perluas kembali," ujarnya.

    Bandara APT Pranoto mulai dibangun pada 2011. Pada 2013 terminal selesai dibangun. Pembangunannya sempat terhenti sebelum dilanjutkan kembali pada awal 2015 dengan menyelesaikan bangunan sisi udara secara bertahap. Baru pada 2016 diikuti dengan penyerahan bandara ini dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dikembangkan dan dioperasikan.

    Saat awal beroperasi, Bandara APT Pranoto melayani rute penerbangan dan penumpang yang selama ini beroperasi di Bandara Temindung, dan melayani penumpang dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Sebab, 80 persen penumpang Sepinggan berasal dari sekitar Samarinda.

    Saat ini, spesifikasi Bandara APT Pranoto memiliki ukuran runway 2.250m x 45m, taxiway berukuran 173 x 23m, apron 300m x 123m, dan mampu melayani pesawat Boeing 737-900 ER. Adapun di sisi darat telah dibangun gedung terminal seluas 12.700 meter persegi yang mampu menampung penumpang dengan kapasitas 1.500.000 penumpang per tahun serta gedung hanggar seluas 36 ribu meter persegi.

    Simak juga: Ditarget Jokowi 8 Juta Sertifikat Tanah, BPN : Sudah 7,2 Juta

    Permintaan selanjutnya, Jokowi meminta Budi Karya menyiapkan rute penerbangan dari Samarinda ke Jakarta dan Samarinda ke Surabaya." Dijawab Pak Menhub, ya pak 1,5-2 bulan. Saya tidak mau. Terlalu lama. Saya minta maksimal dua minggu sudah harus ada penerbangan dari sini ke Jakarta atau dari sini ke Surabaya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.