Program Inovasi Desa Beri Andil Turunkan Angka Kemiskinan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo berbicara dalam kegiatan Workshop Pengawasan Program Inovasi Desa (PID) di JS Luwansa Hotel Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. (dok Kemendes PDTT)

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo berbicara dalam kegiatan Workshop Pengawasan Program Inovasi Desa (PID) di JS Luwansa Hotel Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. (dok Kemendes PDTT)

    INFO NASIONAL-- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menilai bahwa Program Inovasi Desa (PID) telah menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan di desa-desa.

    "Model PID ternyata sukses karena mampu menurunkan jumlah angka kemiskinan yang cukup signifikan di Indonesia. Terutama di desa. Apalagi, telah mencapai single digit yakni 9,82 persen. Yang lebih membanggakan penurunan kemiskikan di desa itu dua kali lipat lebih besar dibandingkan di kota," kata Menteri Eko saat berbicara dalam kegiatan Workshop Pengawasan PID di JS Luwansa Hotel Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

    Menurut dia, saat ini telah terdapat 30.000 inovasi desa yang telah dikumpulkan dalam bentuk dokumen tertulis maupun bentuk video yang telah di bagikan agar bisa ditiru oleh desa-desa lainnya supaya desa-desa menjadi lebih berkembang dan maju.

    "Jadi model PID ini akan berkembang sesuai dengan kemajuan yang telah dicapai di desa. Untuk PID ini, kita dapat bantuan US$ 200 juta dari bank dunia. Uniknya dari PID ini telah membuat negara-negara lain ingin belajar karena setiap inovasi di desa itu. Tahun ini kita juga berikan bantuan kepada 100 desa yang dijadikan percontohan karena memiliki program inovasi yang kami nilai bagus," katanya.

    Menteri Eko berharap bagi desa yang sudah memiliki infrastruktur bagus untuk tidak lagi memanfaatkan dana desanya untuk membangun infrastruktur dasar. Dana desa diharapkan bisa diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi desa.

    "Infrastruktur kami nilai sudah cukup, jadi kita mengarahkan untuk pemberdayaan masyarakat dalam hal ini menguatkan kapasitas sumber daya manusianya dan untuk pemberdayaan ekonomi desa. Seperti memberikan pelatihan kepada masyarakat di desa agar mempunyai ide-ide dalam memberdayakan ekonomi, dan sejumlah inovasi lainnya yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa," ujarnya. 

    Menteri Eko optimistis, PID yang juga turut didukung oleh kementerian lainnya akan dapat menurunkan angka kemiskinan di desa secara signifikan pada 7 tahun ke depan.

    "Bukan hanya kemiskinan saja. Akan tetapi juga dapat menurunkan angka stunting. Kita optimistis dalam 7 tahun kedepan jumlah orang miskin di desa akan lebih kecil dari pada di kota dan jumlah angka stunting bisa mencapai hasil yang signifikan," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.