Gerindra Tidak Tersindir Jokowi Menyebut Ada Politikus Sontoloyo

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui awak media di gedung Nusantara I, kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 September 2018. TEMPO.CO/Francisca Christy Rosana

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat ditemui awak media di gedung Nusantara I, kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 September 2018. TEMPO.CO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya tidak mempermasalahkan ihwal pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menyebut ada banyak politikus sontoloyo saat ini. "Ya kalau sindir menyindir, pantun berpantun. Itu biasalah. Enggak usah kita terlalu bahas," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 24 Oktober 2018.

    Toh, ujar Dasco, dia dan kawan-kawan tidak merasa tersindir. "Kita enggak merasa terganggu. Kita enggak merasa dituding kok. Kita juga enggak tahu yang dimaksud Pak Presiden siapa gitu loh, tapi berpikir positif saja untuk terus bekerja," ujar Dasco.

    Baca: Politikus Gerindra: Sontoloyo Itu Maksa Setuju Dana Kelurahan

    Sebelumnya Jokowi mengatakan banyak politikus sontoloyo saat membagikan sertifikat tanah untuk rakyat di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018. "Hati-hati banyak politikus baik-baik tapi banyak juga politikus sontoloyo," kata Jokowi.

    Sebelum melontarkan pernyataan itu, Jokowi menjelaskan alasan pemerintah berencana mencairkan dana kelurahan tahun depan. Namun rencana ini oleh sejumlah pihak, terutama kubu oposisi, dinilai politis.

    Padahal, kata Jokowi, dana kelurahan ini ditujukan untuk kepentingan masyarakat di perkotaan setelah ada dana desa bagi penduduk perdesaan. Masyarakat bisa menggunakan dana kelurahan ini untuk memperbaiki jalan atau saluran air. "Kok jadi ramai. Kami semua ingin agar untuk rakyat jangan dihubungkan dengan politik," ujar Jokowi.

    Simak: Jelaskan Politik Sontoloyo, Jokowi: Cari Simpati Pakai Adu Domba

    Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan pernyataan Jokowi tentang politikus sontoloyo bukanlah pernyataan yang datang spontan dan tanpa sebab. Menurut Karding, istilah itu dilontarkan Jokowi sebagai puncak dari fenomena dekadensi moral politikus yang bisa berakibat pada kualitas perpolitikan indonesia.

    "Tentu yang disindir adalah siapa saja yang melakukan hal yang saya sebut di atas. Jadi silakan meraba dan merasa sendiri. Anda politisi sontoloyo apa bukan?" ujar Karding saat dihubungi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?