Sutopo BNPB Sebut Delapan Destinasi Wisata Baru Rawan Gempa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) menyaksikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memperlihatkan dokumentasi pertemuan mereka di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi (kiri) menyaksikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memperlihatkan dokumentasi pertemuan mereka di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan delapan dari 10 destinasi wisata baru, atau yang kerap disebut Bali Baru, yang dicanangkan menjadi destinasi wisata prioritas pemerintah merupakan daerah rawan gempa bumi. Delapan daerah itu adalah Borobudur, Labuan Bajo, Bromo, Wakatobi, Mandalika, Danau Toba, Morotai, dan Tanjung Lesung.

    Baca: Sutopo BNPB Dapat Penghargaan Tokoh Antihoax dari Mafindo

    "Kesepuluhnya rawan bencana, tapi untuk gempa; Bangka Belitung dan Kepulauan Seribu tidak," kata Sutopo saat ditemui seusai acara Jurnalisme Ramah Bencana di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta Pusat, Rabu, 24 Oktober 2018.

    Menurut Sutopo, daerah wisata rawan gempa bumi ini bukan berarti tak bisa menjadi destinasi wisata. Namun, pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata, harus berkoordinasi dengan BNPB untuk memasukkan poin-poin mitigasi bencana dalam rancangan penyusunan pembangunan 10 Bali Baru.

    Sutopo mengakui, selama ini Kementerian Pariwisata belum berkoordinasi dengan BNPB terkait dengan rencana mitigasi di destinasi-destinasi prioritas. "Kami juga baru tahu kalau ada 10 Bali Baru," ujar Sutopo. Meski, ujar Sutopo, pihaknya
    sudah mensosialisasikan langkah-langkah prabencana di daerah yang dimaksud.

    Persoalan perancangan mitigasi di daerah wisata prioritas ini, ujar Sutopo, harus menjadi perhatian serius. Sebab, bukan hanya menyangkut hajat hidup masyarakat lokal, tapi juga wisatawan domestik dan asing.

    Baca: Jadi Tokoh Antihoaks, Ini Kata Sutopo BNPB

    Sutopo pun meminta perencanaan mitigasi bencana di daerah terkait disusun di level pusat. "Selama ini hanya disusun di BPBD, mungkin bisa ditarik langsung ke atas," ujarnya. Ia pun berharap kajian untuk 10 daerah wisata itu lebih serius setelah terjadi komunikasi antara Kementerian Pariwisata dan BNPB.

    Ihwal mitigasi bencana, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku telah menganggarkan dana khusus untuk kebencanaan. Dana yang dialokasikan ini disebut memiliki besaran Rp 100 miliar dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2018 dan telah dianggarkan kembali dalam RAPBN 2019.

    Dana mitigasi bencana akan dialokasikan untuk penanganan saat bencana dan pasca-bencana. "Misalnya menjamin wisatawan mendapatkan transportasi ke terminal terdekat dan memperoleh hotel gratis pada hari-H bencana di lokasi bencana," kata Arief saat ditemuin di tempat yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?