Satu Keluarga Tewas di Palembang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. AFP/CHARLES ONIANS

    Ilustrasi mayat. AFP/CHARLES ONIANS

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu keluarga tewas dengan luka tembak di tubuhnya. Keluarga yang tinggal di Jalan Said Toyib, Komplek Villa Kebun Sirih, Bukit Sangkal Palembang, Sumatatera Selatan itu ditemukan di kamar mereka masing-masing.

    Dua korban yakni kepala keluarga dan istrinya berada dalam tempat tidur yang sama sedangkan dua korban lainnya ditempat terpisah. "Tadi pagi pembantunya kaget pas mau membangunkan anak-anaknya," kata Kasubdit Jatanras Polda Sumatera Selatan, Ajun Komisaris Besar Yoga Baskara di lokasi kejadian, Rabu 24 Oktober 2018.

    Adapun identitas empat korban tersebut adalah Fransiskus Xaverius Ong, 45 tahun, Margareth Yentin Liana (43), Rafael Fransiskus (18), dan KF(12).

    Yoga Baskara belum bisa membeberkan musabab dari peristiwa berdarah itu. Petugas katanya masih mengumpulkan keterangan dari warga sekitar serta pegawai di rumah tersebut.

    Meskipun beredar di media sosial dugaan adanya aksi bunuh diri yang dilakukan oleh kepala keluarga yang bernama Fransiscus namun penyidik belum berani membenarkan ataupun membantahnya. "Kami belum bisa memastikan sebabnya karena saat ini petugas sedang meminta keterangan dari berbagai pihak," katanya.

    Yoga mengatakan, polisi mendapat keterangan dari tetangga korban bila sekitar pukul 21.00 WIB Selasa malam pemilik rumah masih ngobrol bareng warga lainnya. Untuk itulah motif, menurut Yoga, masih diselidiki dan jenazah empat korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.

    Dugaan bunuh diri menguat lantaran warga sekitar tidak mendengar suara ribut-ribut. Selain itu didapati surat wasiat tulisan tangan yang berisikan: Aku sangat sudah lelah... Maafkan aku...

    Yatno, salah seorang warga sekitar mengaku kaget mendengar kabar tersebut. Pasalnya dia juga mendengar kabar bila semalam diantara korban masih terlihat berbincang dengan warga lainnya di sekitar rumah. Sementara itu warga lainnya menuturkan bila dilokasi kejadian juga ditemukan tiga selongsong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.