PKS Berharap Efek Ekor Jas Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berbicara dalam FGD Peringatan Hari Kartini Fraksi PKS di DPR RI, 17 April 2017. TEMPO/Aghniadi

    Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berbicara dalam FGD Peringatan Hari Kartini Fraksi PKS di DPR RI, 17 April 2017. TEMPO/Aghniadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera Suhud Alynuddin mengatakan partainya punya alasan tersendiri kenapa hanya menyebutkan untuk mendukung Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno ketimbang Prabowo Subianto. "Kajian di internal kami masih dimungkinkan PKS mendapatkan coat tail effect dari sosok Sandi," kata Suhud, Rabu, 24 Oktober 2018.

    Baca: Kata Sandiaga Soal Survei LSI Denny JA

    Sebelumnya, beredar surat edaran dari Presiden PKS Sohibul Iman yang menginstruksikan fraksi PKS di Dewan Perwakilan Rakyat untuk mengoptimalkan kampanye Sandiaga Uno.

    Meski begitu, Suhud membantah partainya hanya mengampanyekan calon wakil presiden Sandiaga Uno di pemilihan presiden atau Pilpres 2019. "Tidak benar bahwa yang dikampanyekan hanya Pak Sandi Uno," kata Suhud.

    Suhud mengatakan, partainya juga akan mengampanyekan Prabowo Subianto kendati nama Ketua Umum Partai Gerindra itu tak tertera dalam surat edaran. Menurut dia, setiap mengampanyekan Sandiaga, partai otomatis juga mengampanyekan Prabowo.

    Simak juga: 5 Pernyataan Sandiaga Uno Soal Harga-harga Saat Blusukan di Pasar

    Suhud mengatakan alasan lain hanya menyebut Sandiaga di dalam surat tersebut. Menurut dia, setelah keluar dari Partai Gerindra, kata Suhud, koalisi sepakat Sandiaga menjadi milik bersama. "Oleh karena itu kami lebih banyak melakukan kampanye dengan Pak Sandi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.