Pasca-Kasus Ratna Sarumpaet, Survei: Publik Khawatir Hoax Marak

Reporter

Tersangka hoax Ratna Sarumpaet diperiksa di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin, 22 Oktober 2018. Tempo/Adam Prireza

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei lembaga sigi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan kasus kabar palsu Ratna Sarumpaet populer dengan angka 57,2 persen responden mengatakan pernah mendengar berita ini. Sebanyak 89,5 persen responden ini mengaku tidak suka dengan apa yang dilakukan Ratna.

"Mayoritas responden mengaku khawatir dengan maraknya hoax," kata Direktur Eksekutif LSI Denny JA dalam keterangannya, Selasa, 23 Oktober 2018.

Baca: Survei: Hoax Ratna Sarumpaet, Prabowo Ditinggal Pemilih Sarjana

Hasil survei LSI menunjukkan angka 75 persen yang mengatakan khawatir dan hanya 8,7 persen yang mengatakan tidak khawatir, 16,3 persen sisanya menjawab tidak tahu. Sebanyak 74,5 persen responden mengaku ingin sosial media bersih dari kabar palsu, 10,3 persen tidak setuju, dan 15,2 persen mengatakan tidak tahu.

Hoax yang dilakukan oleh aktivis yang vokal pada reformasi 1998 ini berdampak pada elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Data LSI menunjukan ada sekitar 17,9 persen responden survei yang mengatakan lebih tidak mendukung Prabowo-Sandiaga, 11,6 persen memilih lebih mendukung, 49,8 persen sama saja, dan 20,7 persen tidak tahu, pasca kasus hoax Ratna.

Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin masih unggul dengan hasil 57,7 persen, sedangkan 28,6 persen untuk Prabowo-Sandiaga. "Efek elektoral hoax bukan mengurangi dukungan ke Prabowo tapi yang belum memutuskan pilihan cenderung memilih Jokowi," kata Denny.

Baca: Survei: Pasca-Hoax Ratna Sarumpaet, Jokowi Makin Ungguli Prabowo

Dukungan Jokowi-Ma'ruf bertambah dari 53,2 persen di bulan September, menjadi 57,7 persen pada Oktober. Sedangkan Prabowo-Sandiaga cenderung stagnan dengan 29,2 persen pada September menjadi 28,6 persen pada Oktober.

Sebelumnya Ratna mengaku telah menjadi korban pengeroyokan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat pada 21 September 2018. Kabar bohong ini sempat dikonfirmasi oleh beberapa politisi, seperti Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Prabowo sendiri turut memberikan pernyataan mengenai pemukulan yang diklaim oleh Ratna, ia bahkan sempat
mengatakan bahwa tindakan terhadap Ratna adalah tindakan represif dan melanggar hak asasi manusia.

Pada 3 Oktober 2018, Ratna mengakui kabar pemukulan ini sebetulnya hanya hoax. Hal yang sebetulnya terjadi pada 21 September 2018 mendatangi rumah sakit bedah untuk menjalani operasi sedot lemak di pipi, pulang dalam kondisi wajah yang lebam.

Penelitian ini dilakukan LSI pada 10-19 Oktober 2018. Dengan jumlah responden 1.200 orang, yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner, dengan margin of error kurang lebih sebesar 2,8%. Data ini dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD), analisis media, dan wawancara mendalam.

Baca: Survei: Elektabilitas Prabowo Tergerus Kasus Hoax Ratna Sarumpaet






Survei: 71 Persen Responden Tak Mau Angela Merkel Kembali Memimpin Jerman

1 jam lalu

Survei: 71 Persen Responden Tak Mau Angela Merkel Kembali Memimpin Jerman

Sebuah survei mengungkap sebagian besar warga Jerman menolak kemungkinan kembalinya mantan Kanselir Jerman Angela Merkel


OJK: Gap Antara Tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan Makin Menurun

4 hari lalu

OJK: Gap Antara Tingkat Literasi dan Inklusi Keuangan Makin Menurun

Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLIK) yang dilakukan OJK menunjukkan indeks inklusi keuangan tahun 2022 telah mencapai 49,68 persen


Tilang Manual Dihapus, Survei Lemkapi: 82,5 Persen Responden Percaya Polri Kian Bagus

11 hari lalu

Tilang Manual Dihapus, Survei Lemkapi: 82,5 Persen Responden Percaya Polri Kian Bagus

Edi Hasibuan mengatakan tilang manual dihapus untuk pelanggaran lalu lintas membuat Polri semakin dipercaya masyarakat.


Survei Indostrategic: Warga Jakarta Puas Atas Kinerja Anies Baswedan saat Menjabat Gubernur DKI

13 hari lalu

Survei Indostrategic: Warga Jakarta Puas Atas Kinerja Anies Baswedan saat Menjabat Gubernur DKI

Isi survei menyebutkan banyak pendukung PDIP merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Anies Baswedan - Riza Patria di DKI Jakarta.


Hasil Survei Capres CiG Mark: Ridwan Kamil Ungguli Prabowo dan Anies di Jawa Barat

13 hari lalu

Hasil Survei Capres CiG Mark: Ridwan Kamil Ungguli Prabowo dan Anies di Jawa Barat

Hasil survei CiG Mark bertajuk "Jawa Barat dalam Pusaran Politik 2024" menempatkan Ridwan Kamil, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan sebagai unggulan


SMRC: PKS Raup 20 Persen Suara dari Pemilih Anies Baswedan, NasDem Hanya 12 Persen

16 hari lalu

SMRC: PKS Raup 20 Persen Suara dari Pemilih Anies Baswedan, NasDem Hanya 12 Persen

SMRC mengungkap hasil survei terbaru bahwa distribusi suara Anies Baswedan yang paling banyak terjadi pada PKS.


Indostrategi Buat Simulasi Capres-Cawapres: Prabowo - Ganjar Punya Elektabilitas Tertinggi

19 hari lalu

Indostrategi Buat Simulasi Capres-Cawapres: Prabowo - Ganjar Punya Elektabilitas Tertinggi

Lembaga Survei Indostrategi melakukan simulasi dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, yang hasilnya jika Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ganjar Pranowo maka akan memiliki tingkat elektabilitas tinggi.


Kata Ganjar Pranowo Soal Elektabilitasnya Tertinggi di Berbagai Survei Capres 2024

20 hari lalu

Kata Ganjar Pranowo Soal Elektabilitasnya Tertinggi di Berbagai Survei Capres 2024

Ganjar Pranowo angkat bicara soal berbagai hasil survei yang kerap menempatkannya sebagai calon presiden (Capres) 2024 dengan elektabilitas tertinggi.


Survei Indekstat soal Elektabilitas Capres: Ganjar Raih 28,1 Persen Ungguli Prabowo dan Anies

20 hari lalu

Survei Indekstat soal Elektabilitas Capres: Ganjar Raih 28,1 Persen Ungguli Prabowo dan Anies

Indekstat Indonesia mengungkap hasil survei terbaru perihal capres pilihan publik bahwa Ganjar Pranowo unggul dari Prabowo Subianto dan Anies Baswedan


Survei Indekstat: PDIP Unggul 23,2 Persen Disusul Gerindra 12,5 Persen, Golkar 9,9 Persen

20 hari lalu

Survei Indekstat: PDIP Unggul 23,2 Persen Disusul Gerindra 12,5 Persen, Golkar 9,9 Persen

Indekstat Indonesia memaparkan hasil temuannya bahwa PDIP masih akan menjadi partai dengan suara terbanyak dengan 23,2 persen jika pemilu digelar hari