Survei: Hoax Ratna Sarumpaet, Prabowo Ditinggal Pemilih Sarjana

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto si sebuah tempat yang dirahasiakan di Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018. Foto: Istimewa

    Aktivis Ratna Sarumpaet bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto si sebuah tempat yang dirahasiakan di Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Hoax yang dilakukan oleh aktivis Ratna Sarumpaet membuat pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno ditinggalkan oleh pemilih lulusan perguruan tinggi, dan kelas menengah atas.

    Hasil survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukan dukungan untuk Prabowo - Sandiaga dari segmen pemilih lulusan perguruan tinggi berkurang cukup drastis selama rentang bulan September-Oktober 2018. Pada September dukungan pada mereka ada di angka 46,8 persen sedangkan pada Oktober menjadi 37,4 persen.

    Baca: Survei LSI Denny JA: The New Prabowo Tidak Populer

    Sebaliknya dukungan bagi Jokowi - Ma'ruf Amin dari segmen ini menanjak. Dari semula 40,5 persen pada September, menjadi 44 persen pada Oktober. "Akibat kasus Hoax Ratna Sarumpaet, total pemilih kalangan terpelajar untuk Jokowi-Ma'ruf naik, sementara Prabowo-Sandiaga turun," kata Denny JA dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa 23 Oktober 2018.

    Selain itu, Prabowo-Sandiaga ditinggalkan dari segmen pemilih dengan penghasilan di atas Rp 3 juta yang digolongkan sebagai kelas menengah atas. Dukungan pada Prabowo-Sandiaga turun dari 43,8 persen pada September, menjadi 34,5 persen pada Oktober. Sedangkan Jokowi naik dari 46,2 persen menjadi 54,8 persen.

    Kesimpulan dari Focus Group Discussion (FGD) dan indepth interview menunjukan alasan berkurangnya dukungan pada Prabowo-Sandiaga di kedua segmen ini adalah aksesibilitas ke media sosial dan ketidaksukaan pada pemimpin yang mudah terkecoh.

    Baca: Survei Pasca-Hoa Ratna Sarumpaet, Jokowi Makin Ungguli Prabowo

    "Pertama, kalangan terpelajar dan segmen menengah ke atas lebih banyak mengakses informasi, terutama media sosial. Kedua, kalangan terpelajar dan segmen menengah ke atas kurang menyukai pemimpin yang mudah terkecoh dan reaksioner," kata Denny.

    Kasus kabar bohong Ratna sempat mencuat karena foto wajahnya yang lebam tersebar di media sosial. Menurut kabar yang tersebar luka lebam itu disebabkan oleh pemukulan. Prabowo dan Amien Rais sempat berkunjung ke rumah Ratna untuk mendengar langsung kabar ini dari Ratna. Namun keesokannya Ratna muncul dan menguak kebohongan yang mulai terendus oleh polisi.

    Ratna mengaku luka itu adalah hasil dari operasi plastik yang dijalaninya di salah satu klinik kecantikan di Jakarta. Polisi pun menetapkan Ratna sebagai tersangka. Ratna yang merupakan angota Badan pemenangan Prabowo-Sandiaga kemudian mengundurkan diri. Ia kini masih menjalani serangkaian pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

    Penelitian ini dilakukan LSI pada 10-19 Oktober 2018. Dengan jumlah responden 1.200 orang, yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner, dengan margin of error kurang lebih sebesar 2,8 persen. Data ini dilengkapi dengan FGD, analisis media, dan wawancara mendalam.

    Baca: 3 Perubahan di Pemilu 2019 Versi Survei LSI Denny JA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.