Survei Internal, Timses Jokowi Sebut Peta Dukungan Mulai Berubah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timses Jokowi-JK Targetkan 60 Persen Suara di Jabar

    Timses Jokowi-JK Targetkan 60 Persen Suara di Jabar

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Johnny G. Plate mengatakan koalisinya sudah melakukan survei internal soal elektabilitas pasangan jagoannya tersebut menjelang Pilpres 2019. Hasilnya, ujar Johnny, peta dukungan mulai berubah.

    "Terutama di daerah yang kalah pada 2014 lalu. Kami sudah melakukan bedah dapil dan survei, ada kemajuan dari daerah yang kalah dan landscape-nya sekarang sudah berubah," ujar Johnny kepada Tempo di bilangan Menteng, Jakarta pada Selasa, 23 Oktober 2018.

    Baca : Kumpulkan Petinggi Partai Koalisi, Jokowi Bahas Agenda Kampanye

    Johnny enggan membocorkan hasil survei internal tersebut, karena merupakan bagian dari strategi. Namun dari hasil survei itu, Johnny mengatakan, calon wakil presiden Ma'ruf Amin memberikan sumbangan elektoral yang cukup signifikan.

    Berbeda dengan hasil beberapa lembaga survei yang menyebut bahwa Ma'ruf Amin belum memberikan sumbangan elektoral untuk Jokowi di pilpres 2019.

    "Kalau survei itu kan biasanya menggunakan 1.200 sample dari 185 juta orang. Itu metode ilmiahnya, kita denger juga. Tapi Kiai Ma'ruf kan sudah melakukan penetrasi politik. Kami menilai efektivitas penetrasi itu ke tempat yang sudah dia datangi," ujar Johnny.

    Berdasarkan rekapitulasi data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada pemilihan presiden 2014 lalu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di 10 Provinsi dari pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.

    Di Provinsi Aceh, Jokowi kalah dari Prabowo dengan perolehan 45,61 persen berbanding 54,93 persen. Di Sumatera Barat, Jokowi kalah jauh dengan perolehan 23,08 persen sementara lawannya 76,92 persen. Di Riau, Prabowo unggul tipis dengan perolehan suara 50,12 persen berbanding 49,88 persen. Sementara di Sumatera Selatan, Prabowo unggul 51,26 persen berbanding 48,74 persen.

    Di Banten, Prabowo mendapat 57,10 persen sementara Jokowi 42,90 persen. Di Jawa Barat, Jokowi kalah dengan perolehan 40,22 persen dan Prabowo 59,78 persen. Di Kalimantan Selatan keduanya berbeda tipis dengan perolehan 50,05 persen berbanding 49,95 persen. Sementara di Nusa Tenggara Barat, Jokowi kalah jauh dari Prabowo di angka 27,55 berbanding 72,45 persen. Begitupula di Gorontalo, Prabowo unggul jauh di angka 63,10 berbanding 36,90 persen. Sementara di Maluku Utara, suara keduanya terpaut 8,9 persen yakni 54,45 persen berbanding 45,55 persen.

    Sebelumnya, Wakil Ketua TKN KIK Abdul Kadir Karding membeberkan, setidaknya ada dua daerah yang basis elektoral-nya sudah terlihat berubah, yakni Jawa Barat dan Banten.

    Simak juga :
    Beda Tim Purnawirawan TNI, Bravo 5 dan Cakra 19 di Kubu Jokowi

    Untuk Banten, diketahui bahwa Ma'ruf Amin merupakan orang asli Banten, yang juga lahir di Tangerang, Banten serta merupakan cicit dari mantan Imam Besar Masjidil Haram, yakni Syeikh An Nawawi Al Bantani yang sangat dihormati di sana.

    Untuk di Jawa Barat, Gubernur terpilih Ridwan Kamil juga telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi. Selain Ridwan Kamil, adapula Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar, dan TB Hasanuddin yang siap memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. Ketiga tokoh tersebut pernah berlaga di Pilkada Jawa Barat lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.