Kamis, 15 November 2018

4 Tahun Jokowi, Ini Kata Menkes Soal Kesehatan Ibu dan Anak

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Nila Moeloek berbincang dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 17 September 2018. Sejumlah rumah sakit umum daerah di Jakarta menjerit karena tunggakan itu terakumulasi setiap bulan hingga berdampak besar pada kemampuan rumah sakit menyediakan obat untuk pasiennya. ANTARA

    Menteri Kesehatan Nila Moeloek berbincang dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 17 September 2018. Sejumlah rumah sakit umum daerah di Jakarta menjerit karena tunggakan itu terakumulasi setiap bulan hingga berdampak besar pada kemampuan rumah sakit menyediakan obat untuk pasiennya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan kesehatan ibu dan anak terus membaik di pemerintahan 4 tahun Jokowi dan Jusuf Kalla. Salah indikatornya adalah kematian ibu dan anak.

    "Angka kematiannya menurun," kata Moeloek di Sekretarian Negara, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018 terkait 4 tahun Jokowi-JK itu. Pada September 2018 tercatat 11.533 bayi meninggal. Angkanya menurun dari 2017 yang mencapai 27.875 bayi.

    Baca : 4 Tahun Jokowi, Ini Kebijakan Pemerintah yang Dinilai Populis

    Secara tren, angka kematian bayi terus menurun dalam empat tahun terakhir. Pada 2015 terdapat 33.278 bayi meninggal. Angkanya kemudian turun pada 2016 menjadi 32.007 bayi.

    Sementara angka kematian ibu saat melahirkan hingga September 2018 sebanyak 2.355 ibu. Angka ini menurun dari 4.999 ibu di 2015; 4.912 di 2016; dan 4.295 di 2017.

    Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan juga meningkat. Jumlahnya mencapai 83,67 persen pada 2017. Presentasenya naik dari 80,61 persen di 2016 dan 78,43 persen di 2015.

    Kesehatan anak yang membaik juga terlihat dari penurunan jumlah stunting. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, terdapat 30,8 persen stunting. Jumlahnya menurun dari 2013 yang mencapai 37,2 persen.

    Nila mengatakan pemerintah terus berupaya menangani stunting serta peningkatan kualitas gizi anak dan ibu hamil. Kementerian Kesehatan melakukan intervensi gizi spesifik. Program itu tak hanya berupa pemberian makanan tambahan tapi juga edukasi tentang pola hidup sehat serta menyediakan sarana seperti air bersih dan sanitasi.

    Kementerian Kesehatan juga melakukan intervensi melalui imunisasi. Cakupan imunisasi dasar lengkap bayi pada 2017 telah mencapai 92,04 persen, meningkat dari 91,6 persen pada 2016 dan 86,54 persen pada 2015. Tercatat sebanyak 3,9 jtua bayi yang telah diimunisasi lengkap.

    Simak pula :
    Tanggapan MUI Soal Video Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

    Nila mengatakan saat ini sudah ada 35 juta anak di pulau Jawa yang terlindung dari Rubella dan Campak. Sementara data di luar pulau tersebut masih dikumpoulkan.

    Untuk mengatasi stunting, pemerintah juga memanfaatkan puskesmas keliling. Pemerintah telah meningkatkan kualitas puskesmas tersebut di 250 desa di 60 kabupaten dalam pemerintahan 4 tahun Jokowi dan JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.