Polri: Bendera yang Dibakar di Garut Dianggap Bendera HTI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Banser Garut membakar bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid. instagram.com

    Anggota Banser Garut membakar bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri menyatakan bahwa bendera yang diduga dibakar oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama atau Banser NU di Garut, Jawa Barat adalah bendera HTI atau Hizbut Tahrir Indonesia. Hal itu diutarakan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur  Jenderal Setyo Wasisto seusai mendapatkan keterangan dari hasil pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.

    "Keterangan sementara dari tiga orang yang diamankan Polres Garut, mereka membakar bendera HTI yang telah dinyatakan terlarang oleh undang-undang," kata Setyo di Gedung MUI Pusat, Jakarta Pusat, pada Selasa, 23 Oktober 2018.

    Baca: GP Ansor: Jika Banser Terbukti Bakar Bendera Tauhid Bisa Dihukum

    Setyo mengatakan penyidik masih terus menggali keterangan dari tiga orang itu. Ia meminta masyarakat agar sabar dan memberikan waktu pada polisi untuk menyelidiki dan menjamin Polri bertindak profesional. Polisi juga akan mendengar masukan konstruktif dari berbagai pihak untuk menjaga kondusifitas terkait insiden ini. 

    Pembakaran bendera itu terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional di Lapang Alun-alun Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.  Video yang beredar dengan durasi 02.05 menit memperlihatkan ada seorang anggota berbaju banser yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid. Belasan orang berbaju Banser lainnya bersama-sama menyulut bendera itu dengan api. Sebagian dari mereka berseragan loreng khas Banser lengkap dengan baret hitam.

    Baca:Tanggapan MUI Soal Video Pembakaran Bendera Tauhid

    Video itu juga memperlihatkan pembakaran ikat kepala berwarna hitam bertuliskan aksara arab itu. Agar kedua benda lebih cepat terbakar, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut. Salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar.

    Saat api mulai besar dan melalap setengah bendera, sejumlah anggota Banser semakin bersemangat menyanyikan lagu NU. Beberapa di antara orang berseragam Banser NU itu menyanyi sambil mengepal-ngepalkan tangan seirama lagu.

    Simak: Yaqut: Ansor dan Banser Tak Terlibat Penolakan ...

    Polri mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi peristiwa ini. "Apalagi jika belum jelas informasinya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko. Polres Garut dan Polda Jawa Barat telah bersinergi dengan para tokoh ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.